Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara . ANTARA/HO-Pos PGA Karangetang
Lava Gunung Karangetang Meluncur ke Sejumlah Kali
Silvana Febiari • 30 September 2026 19:21
Manado: Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) menyebutkan luncuran lava Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara mengarah ke sejumlah kali. Jarak luncuran lava pijar bahkan mencapai 500–1.000 meter.
"Jarak luncur lava pijar Gunung Karangetang antara 500-1.000 meter," kata personel Pos PGA Karangetang, Yappie Fredrik Albert Rombot dalam laporan aktivitas Gunung Karangetang periode 29 September 2026, dilansir Antara, Rabu, 30 September 2026.
Guguran lava pijar dari kawah utara mengalir ke arah selatan sejauh sekitar 700 meter. Lava juga mengarah ke barat dan barat daya menuju Kali Pangi, Kali Kinali, Kali Sumpihi, dan Kali Kiawang sejauh 500–1.000 meter, serta ke barat laut menuju Kali Batuare, Kali Batu Kole, dan Kali Malebuhe sejauh 500–700 meter.
Asap kawah utara teramati berwarna putih, kelabu, hingga cokelat dengan ketinggian sekitar 10–700 meter. Pada periode tersebut terekam sebanyak tiga kali gempa guguran, 99 kali gempa embusan, empat kali gempa tremor nonharmonik, 46 kali gempa tremor harmonik.
Berikutnya, satu kali gempa vulkanik dangkal, dua kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa tektonik lokal, lima kali gempa tektonik jauh. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral masih menetapkan status Level II (Waspada) untuk Gunung Karangetang.

Gunung Karangetang di Pulau Siau. Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut. ANTARA/Karel A Polakitan (ho)
Masyarakat dan wisatawan diimbau mematuhi rekomendasi terkait status waspada Gunung Karangetang. Mereka diminta tidak mendekati, mendaki, atau beraktivitas di zona prakiraan bahaya, yakni radius 1,5 kilometer dari Kawah Dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan), serta area perluasan sektoral ke arah selatan-barat daya sejauh 2,5 kilometer.
Masyarakat diminta mewaspadai guguran lava dan awan panas yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kondisi penumpukan material lava sebelumnya masih belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke arah selatan, tenggara, barat, dan barat daya.