Pencarian Korban Banjir Nagekeo, NTT/Foto: SAR Maumere
Banjir Bandang Nagekeo NTT: Tiga Warga Masih Hilang, Kerugian Capai Rp90 Miliar
Media Indonesia • 15 September 2025 15:12
Nagekeo: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat kerugian kerusakan infrastruktur akibat bencana banjir beberapa waktu lalu. Nilainya ditaksir mencapai Rp90,69 miliar.
"Selain kerugian materi, masih ada tiga korban yang belum ditemukan, dan korban yang sudah ditemukan enam orang," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo, Gusti Pone, Senin, 15 September 2025.
Infrastruktur Rusak Parah
Kerusakan terparah terjadi di sektro infrastruktur, dengan nilai mencapai Rp82,45 miliar. Kerusakan itu meliputi:- 3 unit jembatan putus
- 28 kilometer jalan rusak berat
- 18 jaringan irigasi hancur
- Kerusakan sistem air bersih dan perpipaan.
Baca juga:
#OnThisDay 15 September: Banjir Bandang Mandailing Natal 2009 Renggut Belasan Nyawa |
Sektor Pertanian dan Perkebunan
Kerusakan di sektor pertanian dan perkebunan pun terjadi. Meliputi lebih dari 94 hektare sawah terendam atau hanyut. Kemudian ratusan pohon cengkeh, pala, kelapa, kakao, dan kopi hanyut. Nilai kerugian ditaksir sekitar Rp3,49 miliar.Sektor Perikanan dan Kelautan
Untuk sektor perikanan dan kelautan juga terdampak, yakni delapan kolam ikan air tawar hancur, serta enam kapal motor rusak berat. Total kerugian mencapai Rp568,66 juta.Baca juga:
Update 17 Orang Meninggal Musibah Banjir Bandang Bali, Ini Identitasnya |
Korban Jiwa dan Pengungsi
Tiga orang masih hilang:
- Mariano Tom Busa Jago, 29
- Sebastiano So’o, 42
- Desiderius Geraldi Jo, 14 bulan
Korban jiwa ditemukan:
- Egidius Sopi Bela, 35
- Maria Kandriani F. Nua, 6
- Archiles Augustinus Busa Jago, 13 bulan
- Ermelinda Co’o, 36
- Francelina Meli Boa, 60
- Agustinus Lena, 65
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Nagekeo bersama BNPB, TNI, Polri, serta relawan terus melakukan pencarian korban hilang, mendirikan posko, serta mempercepat pemulihan darurat. Termasuk pembangunan jembatan sementara, distribusi bantuan, dan penyaluran air bersih ke desa-desa terdampak. (MI/PO)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com