Keluhan Warga Memuncak, Pramono Tertibkan Jam Operasional Lapangan Padel

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Keluhan Warga Memuncak, Pramono Tertibkan Jam Operasional Lapangan Padel

Fachri Audhia Hafiez • 23 February 2026 11:32

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk menertibkan jam operasional lapangan olahraga padel. Khususnya yang berlokasi di tengah kawasan permukiman penduduk. 

Langkah ini diambil setelah banyaknya keluhan warga terkait polusi suara yang ditimbulkan oleh aktivitas olahraga yang tengah populer tersebut hingga larut malam.

“Tempat-tempat (padel) yang ada di kawasan padat penduduk akan kami tertibkan jam penggunaannya,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, dilansir Antara, Senin, 23 Februari 2026.
 

Pramono menegaskan bahwa tren olahraga di ibu kota harus tetap mengedepankan prinsip keadilan dan toleransi terhadap lingkungan sekitar. Ia menceritakan adanya laporan mengenai bayi yang terganggu waktu istirahatnya akibat kebisingan dari para pemain padel yang berteriak-teriak di malam hari.

“Bahkan, ada yang bayinya satu setengah tahun enggak bisa tidur karena malam-malam orang masih berteriak-teriak main padel. Menurut saya juga enggak fair,” tegas Pramono.

Sebagai langkah nyata, Pemprov DKI Jakarta akan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) pada Selasa, 24 Februari 2026, guna membahas standardisasi perizinan dan regulasi operasional. Pramono telah menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan draf koordinasi agar industri olahraga ini tidak berbenturan dengan kenyamanan publik.

Di sisi lain, pihak pengelola lapangan padel mulai mengambil langkah preventif. Perwakilan Fourthwall Padel, Fajar Ediputra, menyatakan siap melakukan penyesuaian teknis meski secara aturan tingkat kebisingan mereka masih berada di ambang batas 70 desibel.


Lokasi bangunan lapangan padel di Haji Nawi Raya, Cilandak, Jakarta Selatan yang disebut warga mengganggu karena bising, Jakarta. Foto: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

"Kami akan memperkuat dinding kami supaya suara-suara yang dihasilkan dari lapangan padel itu bisa teredam di dalam, tidak mengganggu apa yang ada di luar," ujar Fajar.

Selama bulan Ramadan, pihak pengelola juga memutuskan untuk membatasi operasional sebesar 50 persen dengan jam layanan mulai pukul 14.00 hingga 19.00 WIB. Selain pembatasan jam, proses pemasangan peredam suara (soundproofing) ditargetkan rampung dalam waktu 35 hari demi menjaga keharmonisan dengan rumah tinggal yang berdampingan langsung dengan lokasi lapangan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)