Presiden Prabowo Subianto. Foto: Setrpres.
Presiden Prabowo Tegaskan Tak Lindungi Orang Dekat dalam Kasus Korupsi
Anggi Tondi Martaon • 16 September 2026 23:13
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikapnya yang tak kompromi dengan korupsi. Kepala Negara tidak melindungi orang dekat yang terjerat kasus hukum sebagai bagian dari komitmen pemberantasan korupsi.
Komitmen tersebut ditunjukan Prabowo dalam kasus yang menjerat Dadan Hindayana. "Saya sudah buktikan. Pak Dadan (Dadan Hindayana) itu tim sukses saya, tim pakar saya. Saya yang angkat di Kepala BGN. Saya juga yang serahkan ke kejaksaan," kata Prabowo dalam Program Presiden Menjawab dikutip dari Antara, Rabu, 16 September 2026.
Selain kasus Dadan, Prabowo menyinggung penyitaan aset Hotel Sultan sebagai contoh lain. Ia mengatakan pemilik Hotel Sultan, Pontjo Sutowo, merupakan kawannya, tetapi hubungan tersebut tidak mengubah sikapnya terhadap kepentingan negara.
"Berapa banyak yang sudah saya serahkan, dan banyak aset yang kita sita? Hotel Sultan itu, wah yang lobi ke saya banyak. Mungkin Pak Pontjo itu dianggap tokoh, dan memang kawan saya juga. Tapi saya nggak ada kawan, ini negara," ungkap Prabowo.
Saat menjadi Presiden, Prabowo mengatakan dirinya juga telah mengingatkan kader Gerindra agar tidak mengandalkan kedekatan dengannya jika berhadapan dengan persoalan hukum. Ia menyebut sejumlah kepala daerah dari partainya telah ditangkap aparat penegak hukum.
"Begitu saya jadi Presiden, saya sudah berkata hati-hati, saudara, Gerindra. Jangan karena saya Presiden, kalau kamu salah, saya enggak bisa lindungi kamu. Saya beritahu di depan," sebut Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Metro TV.
Prabowo menegaskan kepentingan nasional dan rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok dalam menjalankan kehidupan bernegara.
"Bernegara itu kita harus arif, kita harus bijak. Di ujungnya kepentingan nasional, kepentingan rakyat harus di atas segala hal," tegas Prabowo.