Ilustrasi. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
TPS 3R Menteng Atas Olah 32 Ton Sampah Setiap Hari
Fachri Audhia Hafiez • 10 July 2026 23:51
Jakarta: Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Menteng Atas, Jakarta Selatan, mampu mengolah sekitar 32 ton sampah setiap hari. Langkah ini menjadi bagian dari upaya nyata pemerintah daerah untuk mengurangi volume residu sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang.
“Setiap hari, sekitar 32 ton sampah dapat diolah dalam waktu efektif selama 7 jam 19 menit. Sebanyak 20 hingga 30 persen di antaranya dapat menjadi RDF, bergantung pada kondisi dan tingkat keterpilahan sampah,” ujar Kepala Seksi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Kamil Salim, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 10 Juli 2026.
Kamil menjelaskan operasional fasilitas tersebut didukung oleh 10 personel yang menangani seluruh proses mulai dari penerimaan, pemilahan, hingga pengolahan sampah. Menurutnya, pengolahan di tingkat kawasan sangat penting agar sampah tidak hanya sekadar dikumpulkan dan diangkut, melainkan dapat dimanfaatkan kembali menjadi bahan bakar alternatif (Refuse Derived Fuel/RDF).
Namun, ia menekankan efektivitas pengolahan ini sangat dipengaruhi oleh kesadaran pemilahan sejak dari sumbernya, baik dari lingkungan rumah tangga, perkantoran, maupun tempat usaha. Sampah yang telah terpilah dipastikan lebih mudah diproses dan menghasilkan RDF dengan kualitas yang jauh lebih baik.
“Pengolahan di TPS 3R perlu didukung kebiasaan masyarakat mengurangi penggunaan barang sekali pakai serta memilah sampah organik, anorganik, dan residu. Langkah ini membuat pengolahan lebih efisien, meningkatkan kualitas RDF, dan mengurangi beban Bantargebang,” jelas Kamil.

Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Menteng Atas, Jakarta Selatan, mampu mengolah sekitar 32 ton sampah setiap hari. Foto: Dok. Istimewa.
Untuk menunjang performa tersebut, TPS 3R Menteng Atas kini menggunakan mesin La MACCA yang dikembangkan oleh PT Mario Mikron Metalindo. Dalam pelaksanaan uji coba mesin, pengoperasiannya didukung tenaga dari PT Mitra Kurnia Indah (MKI) selaku penyedia layanan pengelolaan sampah, serta didampingi ketat oleh teknisi PT Mario Mikron Metalindo guna memastikan seluruh tahapan berjalan aman, optimal, dan sesuai prosedur teknis.
Direktur Utama PT Mario Mikron Metalindo, Jusman Sikki, mengklaim teknologi karya anak bangsa tersebut sengaja dirancang untuk mengolah sampah organik dan anorganik secara lebih efektif.
"Kami berharap teknologi tersebut dapat dimanfaatkan lebih luas oleh pemerintah daerah sehingga sampah dapat diolah menjadi sumber energi alternatif yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi," kata Jusman.