Menteri PKP Maruarar Sirait (kiri), Mendagri Tito Karnavian (tengah), dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti (kanan). Foto: Antara.
Mendagri: Program Bedah Rumah Targetkan 400 Ribu Penerima pada 2026
Anggi Tondi Martaon • 10 July 2026 20:44
Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) mengakselerasi pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Hal itu dinilai perlu dilakukan untuk mencapai target 400 ribu unit bedah rumah pada 2026.
"Bedah rumah lebih kurang 400 ribu untuk target tahun ini. Kemudian kita ingin mempercepat, ini sudah bulan Juli. Kita ingin mempercepat agar program ini dari Kawasan Permukiman ini betul-betul bisa sesuai dengan target," kata Tito saat memimpin Rapat Pembahasan Efisiensi dan Progres Tahapan Program BSPS dikutip dari Antara, Jumat, 10 Juli 2026.
Tito menjelaskan, data calon penerima BSPS telah tersedia. Namun, sebagian data masih perlu diverifikasi karena belum memenuhi kriteria. Bahkan, juga terdapat data yang baru diajukan oleh daerah.
"Kalau nanti asal diajukan, enggak memenuhi syarat, targetnya tadi yang diberikan oleh Menteri PKP misalnya di daerah itu 200 (rumah), ternyata yang masuk kriteria persyaratan hanya 50 (rumah), ya sudah 150 (rumah) lain-nya mungkin diserahkan kepada daerah lain yang lebih siap. Jadi, jangan sampai nanti rekan-rekan di daerah kecewa," ungkap Tito.
Lebih lanjut, Tito meminta pemda mengambil langkah konkret untuk mempercepat pencapaian target 400 ribu unit bedah rumah dengan memastikan seluruh calon penerima memenuhi persyaratan sesuai ketentuan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Untuk mendukung percepatan pendataan dan verifikasi, ia juga meminta Pemda memperkuat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) di masing-masing kabupaten kota.
"Intinya adalah agar rekan-rekan di wilayah, ini dapat melakukan langkah-langkah dalam rangka mendukung percepatan target 400 ribu unit ini," sebut Tito.

Ilustrasi perumahan. Foto: Dok. BTN.
Menurut Tito, percepatan pelaksanaan BSPS akan memberikan berbagai manfaat bagi daerah. Selain membantu menurunkan angka kemiskinan, program tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja, menggerakkan perekonomian daerah, serta meningkatkan kualitas hunian masyarakat yang masih menempati rumah tidak layak huni.
"Nah itu yang kita harapkan, itu bisa bergerak di lapangan untuk mengumpulkan data, membantu verifikasi kelayakannya, sehingga bisa dieksekusi dengan baik," ujar Tito.
Rapat tersebut turut dihadiri Menteri PKP Maruarar Sirait, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta diikuti secara daring oleh para Kepala BPS kabupaten kota dan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dari seluruh Indonesia.