Ilustrasi. Foto: MI/Bagus.
Lepas dari Jerat Tengkulak, 200 Petani Jagung di Jember Dapat Dukungan Modal
Arga Sumantri • 9 July 2026 21:33
Jember: Sebanyak 200 petani jagung di Desa Paseban/Cakru, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, resmi bergabung dalam program kemitraan budidaya jagung bersama PT Mekar Asta Nusantara. Kemitraan tersebut ditandai melalui kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara (APWNU) bersama PT Mekar Asta Nusantara.
Program ini dinilai menjadi angin segar bagi para petani jagung yang selama ini menghadapi keterbatasan modal usaha dan masih bergantung pada pembiayaan dari tengkulak dengan bunga tinggi. Melalui pola kemitraan ini, petani memperoleh dukungan pembiayaan dalam bentuk sarana produksi pertanian, seperti benih unggul, pupuk, obat-obatan, hingga biaya jasa tenaga tanam, tanpa memerlukan agunan maupun dikenakan bunga pinjaman.
Petani baru melakukan pembayaran setelah masa panen selesai. Dengan begitu, mereka dapat menjalankan usaha tani dengan lebih tenang tanpa tekanan utang berbunga yang selama ini menjadi salah satu penyebab rendahnya kesejahteraan petani.
Sekretaris Jenderal APWNU Joko Suprianto mengatakan kemitraan ini merupakan bentuk nyata keberpihakan kepada petani melalui pembangunan ekosistem pertanian yang sehat dan berkelanjutan.
"Selama ini banyak petani terjebak dalam lingkaran utang kepada tengkulak karena keterbatasan modal," ujar Joko dalam keterangannya, Kamis, 9 Juli 2026.
Selama ini, banyak petani kesulitan menjual hasil panennya langsung kepada perusahaan-perusahaan besar karena keterbatasan skala produksi, akses distribusi, transportasi, hingga persyaratan administrasi. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar petani menjual hasil panen kepada tengkulak dengan harga yang kurang menguntungkan.

Sosialisasi program kemitraan petani jagung di Jember. Foto: Istimewa.
Melalui skema kemitraan ini, PT Mekar Asta Nusantara berperan sebagai penghubung yang mengonsolidasikan hasil panen petani, serta mengatur proses distribusi dan logistik. Sekaligus, memastikan hasil panen terserap oleh industri dengan harga yang lebih kompetitif dan transparan.
Para petani juga mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme kemitraan, tata kelola budidaya jagung yang baik, pengelolaan sarana produksi secara efektif, serta sistem pemasaran hasil panen yang memberikan kepastian usaha bagi petani.
Program ini diharapkan menjadi model kemitraan pertanian yang mampu memutus ketergantungan petani terhadap praktik pembiayaan informal yang merugikan, sekaligus meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan petani jagung.
APWNU dan PT Mekar Asta Nusantara berkomitmen memperluas program kemitraan ke berbagai sentra produksi jagung di Indonesia sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis sektor pertanian.