Banjir di Rawa Indah Belum Surut, Ratusan Warga Kelapa Gading Mengungsi

Banjir setinggi 40 sentimeter masih merendam permukiman Rawa Indah, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Senin siang, 19 Januari 2026. Metrotvnews.com/Yurike

Banjir di Rawa Indah Belum Surut, Ratusan Warga Kelapa Gading Mengungsi

Yurike • 19 January 2026 13:47

Jakarta: Banjir setinggi 40 sentimeter (cm) masih merendam permukiman Rawa Indah, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Senin siang, 19 Januari 2026. Air sudah berangsur surut dari sebelumnya mencapai 60 cm hingga satu meter.

Kondisi banjir yang tak kunjung surut membuat ratusan warga setempat terpaksa harus mengungsi. Salah seorang warga, Oktaviyanti, mengatakan banjir kali ini lebih parah daripada yang terjadi pada Senin, 12 Januari 2026.

"Ini lebih parah, lebih tinggi dan airnya juga lebih cepat naik. Banjir dari jam 4 subuh kemarin, hujan gak berhenti, dan dengar-dengar ada kiriman dan jebol tapi gak tahu darimana," kata Oktaviyanti di lokasi, Senin, 19 Januari 2026.

Oktaviyanti bersama keluarga dan tetangganya harus mengungsi akibat banjir ini, karena tidak memiliki tempat untuk beristirahat. Menurut dia, ada beberapa warga yang masih bertahan lantaran memiliki lantai atas untuk menjadi tempat tidur.

"Sebagian mengungsi, sebagian lagi juga ada yang tidak mengungsi, karena yang tidak itu dia punya tingkat ataupun punya tempat tidur, bagi kami yang tidak punya tempat tidur kami mengungsi di Masjid," kata Okta.
 

Baca Juga: 

Sudin SDA Jaksel: Pengerukan Kali Percepat Surutnya Banjir hingga 3 Jam


Sementara itu, Lurah Pegangsaan Dua, Sarmudi, mengatakan ada 201 warganya yang terpaksa mengungsi di tiga titik. Jumlah warga yang terdampak banjir mencapai ribuan dari RW 03 dengan total 3 RT yang terdampak, yakni RT 3, RT 5, dan RT 6.

"Ini titik banjir sekaligus titik pengungsian di RW 03, ada tiga titik pengungsian di Masjid Al- Bariyah, Musala Darul Mu'min, dan Posko Gardu FBR dengan jumlah pengungsi di tiga titik itu ada 201 jiwa, dengan total terdampak ada sekitar 500- 1.000 jiwa ya," kata Sarmudi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)