Kehilangan Momentum setelah Reli, Bitcoin Anjlok Lebih dari 3%

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Kehilangan Momentum setelah Reli, Bitcoin Anjlok Lebih dari 3%

Eko Nordiansyah • 29 August 2026 11:35

New York: Harga Bitcoin pada Jumat, 28 Agustus 2026, turun lebih dari tiga persen, saat aset berisiko tertekan dan dolar melonjak menyusul pidato bernada hawkish dari Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole. Aset kripto terbesar di dunia ini mencatat sedikit kenaikan mingguan, setelah sempat mengalami jeda sejenak usai melonjak lebih dari 22 persen pada minggu sebelumnya.

Dikutip dari Investing, Sabtu, 29 Agustus 2026, Bitcoin turun 3,4 persen menjadi USD77.494,9, mundur dari level tertinggi sesi di angka USD81.330,3.

Peluang kenaikan suku bunga The Fed

Dalam pidato utama yang sangat dinanti-nantikan di Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole tahunan, ketua The Fed tersebut membahas berbagai topik, mulai dari kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan panduan kebijakan ke depan (forward guidance) hingga ringkasan kondisi ekonomi saat ini. 

Secara khusus, ia menyatakan bahwa tren inflasi dasar di AS belum membaik secara signifikan dan menegaskan kembali bahwa fokus bank sentral haruslah pada penciptaan stabilitas harga.

Pidato Warsh disampaikan pada saat situasi yang rumit bagi The Fed. Data inflasi yang cenderung stagnan belakangan ini, harga minyak yang tinggi di tengah konflik yang seolah tak berujung antara AS dan Iran, serta angka nonfarm payrolls yang lemah.

Kondisi ini secara mengejutkan telah memicu perbedaan pendapat di dalam Federal Open Market Committee (FOMC). Tiga presiden bank sentral regional menyatakan ketidaksetujuan terhadap keputusan bulan Juli untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil.

"Saat ini, saya meyakini bahwa pasar tenaga kerja berada pada kondisi full employment (tingkat pengangguran minimal). Namun, terkait mandat stabilitas harga, angka-angka yang ada lebih mengkhawatirkan," ujar Warsh dalam pernyataan resminya.
(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Pidato utama tersebut dinilai bernada hawkish, di mana para pedagang meningkatkan ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin oleh FOMC pada bulan September. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, peluang kenaikan tersebut kini mencapai lebih dari 59 persen, naik dari sekitar 35 persen pada hari sebelumnya.

Indeks dolar AS menguat 0,5 persen pada hari Jumat. Reli Bitcoin didorong oleh kemajuan regulasi dan strategi lindung nilai terhadap penurunan nilai mata uang (debasement trade)

Lonjakan harga Bitcoin sebesar 22,2 persen pada pekan lalu merupakan kinerja mingguan terbaiknya dalam lebih dari tiga tahun. Kenaikan ini dipicu oleh perkembangan regulasi yang positif di AS, kembalinya aliran dana institusional, serta strategi investasi yang dikenal sebagai debasement trade di tengah aksi jual obligasi pemerintah AS (Treasury).

Aksi jual obligasi tersebut sangat terasa pada obligasi berjangka waktu panjang, dipicu oleh kekhawatiran akan inflasi, penerbitan utang korporasi, dan membengkaknya utang nasional AS. Langkah intervensi tak terduga dari Departemen Keuangan AS pekan lalu hanya memberikan dampak minim dalam menahan kenaikan imbal hasil (yield).

Harga altcoin turun, mengikuti pergerakan Bitcoin

Jika melihat pergerakan harga kripto secara lebih luas, sebagian besar altcoin ikut turun mengikuti Bitcoin.

Ether, mata uang kripto terbesar kedua di dunia, turun 2,9 persen menjadi USD2.431,67, sementara XRP turun 4,7 persen.

BNB, Solana, dan Cardano masing-masing mencatat penurunan sebesar tiga persen, 4,4 persen, dan 5,7 persen. Di kategori memecoin, Dogecoin turun 4,2 persen, sedangkan $TRUMP naik 1,7 persen.

(Eko Nordiansyah)