RSCM Pastikan Kondisi Psikis Andrie Yunus Cukup Stabil

Ilustrasi. Metrotvnews.com

RSCM Pastikan Kondisi Psikis Andrie Yunus Cukup Stabil

Achmad Zulfikar Fazli • 31 March 2026 21:29

Jakarta: RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyampaikan perkembangan kondisi terkini aktivis KontraS, Andrie Yunus, 27, yang menjalani perawatan intensif akibat trauma cairan kimia. Andrie Yunus masih berada dalam pemantauan tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis bedah plastik, oftalmologi, serta tenaga kesehatan terkait lainnya guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan berkesinambungan.

“Secara umum, kondisi psikologis pasien dalam keadaan cukup stabil meskipun mengalami peristiwa traumatis berat,” tulis pihak RSCM dalam keterangan tertulisnya, Senin, 31 Maret 2026.

RSCM memastikan tim medis terus memberikan dukungan psikologis untuk memastikan Andrie Yunus tetap tenang dan mampu mengikuti proses perawatan dengan optimal. Kondisi luka Andrie Yunus menunjukkan perbaikan, dengan sebagian besar luka telah menutup dan kering, ditutupi oleh kulit baru hasil cangkok di area wajah, leher depan, dada, sebagian pundak, dan lengan kanan.

“Rencana evaluasi luka dalam sedasi sebanyak dua kali minggu ini untuk memastikan proses penyembuhan berjalan baik. Masih terdapat area kulit mati di leher belakang yang akan dibersihkan dan ditutup dengan cangkok kulit lanjutan dalam satu minggu ke depan,” tulis RSCM.


Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Foto- Metro TV/Fachri

Baca Juga: 

RSCM Ungkap Kornea Mata Kanan Andrie Yunus Mulai Membaik

Pada 28 Maret 2026, Andrie Yunus telah menjalani operasi mata kanan untuk ketiga kalinya. Saat ini keluhan nyeri minimal dan tidak ditemukan tanda infeksi. Selama operasi ditemukan permukaan kornea semakin menipis dan terdapat kebocoran pada dinding bola mata.

Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, dilakukan penambalan bola mata dengan jaringan selaput dari tungkai pasien yang kemudian ditutup dengan selaput konjungtiva. Mata kanan sengaja ditutup sementara dengan penjahitan kelopak mata untuk melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata selama proses penyembuhan.

“Penutupan ini direncanakan berlangsung sekitar empat bulan, setelah itu tim medis akan melakukan evaluasi lanjutan untuk menentukan langkah selanjutnya. Pemantauan kondisi mata akan dilakukan secara berkala sesuai perkembangan pasien,” tulis RSCM.

RSCM menegaskan komitmennya untuk terus memberikan penanganan medis yang optimal, profesional, dan mengedepankan keselamatan Andrie Yunus. Pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)