Dewan Keamanan PBB dalam sebuah pertemuan darurat terkait Timur Tengah. Foto: UNTV
Tiongkok Desak DK PBB Tolak Otorisasi Operasi Militer Tak Sah di Timur Tengah
Muhammad Reyhansyah • 3 April 2026 20:35
Beijing: Tiongkok mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) agar tidak mendukung operasi militer yang tidak mendapatkan otorisasi di Timur Tengah.
Negeri Tirai Bambu memperingatkan bahwa konflik yang terus berlanjut dapat memicu “masalah tanpa akhir”.
Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyampaikan pernyataan tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud.
“Prioritas utama adalah fokus pada penghentian permusuhan. Tindakan Dewan Keamanan PBB harus menghindari eskalasi konfrontasi dan tidak melegitimasi operasi militer yang tidak sah; jika tidak, hal itu akan menyebabkan masalah tanpa akhir, dengan negara kecil dan menengah menjadi pihak pertama yang menanggung dampaknya,” kata Wang, dikutip dari Anadolu, Jumat, 3 April 2026.
Sebelumnya pada hari yang sama, Wang juga menyampaikan seruan serupa dalam percakapan dengan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani, bertepatan dengan sidang DK PBB yang membahas resolusi yang diajukan Bahrain.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat, yang menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan penerbangan.
Teheran hingga kini masih mempertahankan kendali efektif atas Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman energi ke negara-negara Asia, dengan hanya mengizinkan kapal dari negara yang dianggap sebagai “negara sahabat” oleh Iran untuk melintas.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com