Menhan Bolivia Mundur di Tengah Gelombang Protes Nasional

Menhan Bolivia mundur di tengah gelombang protes nasional dan krisis ekonomi nasional. (Anadolu Agency)

Menhan Bolivia Mundur di Tengah Gelombang Protes Nasional

Willy Haryono • 3 June 2026 16:28

La Paz:  Menteri Pertahanan Bolivia Marcelo Salinas mengundurkan diri pada Selasa, 2 Juni 2026, di tengah gelombang protes yang telah berlangsung lebih dari satu bulan. Pengunduran diri tersebut dinilai memperdalam krisis politik yang sedang dihadapi pemerintahan Presiden Rodrigo Paz.

Aksi unjuk rasa melibatkan pekerja, petani, penambang, pekerja transportasi, dan guru yang menuntut langkah nyata untuk mengatasi krisis ekonomi terburuk yang dialami Bolivia dalam empat dekade terakhir. Banyak demonstran juga mendesak Presiden Paz untuk mundur dari jabatannya.

Dilansir dari media The Korea Herald, Rabu, 3 Juni 2026, pemerintah menyebut sekitar 100 titik blokade jalan tersebar di berbagai wilayah negara. Penutupan jalan itu menyebabkan kelangkaan pangan, obat-obatan, dan bahan bakar di La Paz, El Alto, serta sejumlah kota lainnya, sekaligus memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.

Presiden Paz memperingatkan bahwa Bolivia berada di "titik kritis." Pemerintah juga belum menutup kemungkinan memberlakukan keadaan darurat dan menggunakan militer untuk mengendalikan demonstrasi.

Pemerintah menuduh para pengunjuk rasa berupaya mengganggu tatanan demokrasi serta menuding mantan Presiden Evo Morales berada di balik mobilisasi tersebut. Namun, Morales membantah tuduhan itu dan menyatakan kemarahan publik muncul karena Paz memimpin pemerintahan yang sepenuhnya tunduk kepada Washington.

"Saya benar-benar yakin pemberontakan ini ditujukan terhadap model neoliberal dan negara neo-kolonial," kata Morales dalam wawancara dengan AFP. Morales saat ini bersembunyi sambil menghadapi tuduhan perdagangan manusia yang melibatkan seorang remaja.

Media Bolivia melaporkan Salinas akan digantikan oleh Ernesto Justiniano, yang sebelumnya menjabat wakil menteri dan kepala badan antinarkotika. Pergantian ini dilakukan ketika tekanan terhadap pemerintahan Paz terus meningkat.

Untuk meredam kemarahan publik, Paz berjanji memangkas gajinya hingga setengah serta memberikan ruang yang lebih besar bagi kelompok masyarakat adat dan serikat pekerja dalam proses pembuatan kebijakan.

Ia juga mencopot menteri tenaga kerja yang tidak populer, namun langkah tersebut belum berhasil menghentikan gelombang protes. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Presiden Bolivia Pangkas 50 Persen Gaji Seluruh Pejabat, Termasuk Dirinya

(Willy Haryono)