DKI Perketat Pengawasan 68 Ribu Hewan Kurban Jelang Disembelih

Ilustrasi hewan kurban. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.

DKI Perketat Pengawasan 68 Ribu Hewan Kurban Jelang Disembelih

Mohamad Farhan Zhuhri • 26 May 2026 18:42

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperketat pengawasan kesehatan terhadap sekitar 68 ribu ekor hewan kurban yang diperkirakan bakal disembelih pada Iduladha 1447 Hijriah. Langkah pengawasan preventif ini diperluas mulai dari aspek distribusi, penampungan, lapak penjualan, hingga proses pemotongan.

“Ini luar biasa, sehingga pengawasannya harus jauh lebih ketat,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat melepas petugas pengawas di RPH Perumda Dharma Jaya, Penggilingan, Jakarta Timur, dilansir Media Indonesia, Selasa, 26 Mei 2026.
 


Rano menjelaskan, puluhan ribu hewan kurban tersebut diprediksi akan dipotong selama tiga hari pelaksanaan Iduladha. Guna mengawal hal itu, Pemprov DKI menerjunkan 744 petugas pengawas kesehatan hewan kurban dan juru sembelih halal ke seluruh wilayah Jakarta hingga Kepulauan Seribu demi menjamin daging yang beredar memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Pemeriksaan medis difokuskan secara menyeluruh sejak fase antemortem (sebelum disembelih) hingga postmortem (setelah disembelih). Rano juga mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah kurban agar tidak mencemari lingkungan, di mana limbah organ dalam wajib dikubur khusus dan darah hewan ditampung pada lubang yang disediakan.

Selain memperketat sisi kesehatan, Pemprov DKI Jakarta tahun ini meningkatkan alokasi bantuan hewan kurban bagi masyarakat, yakni sebanyak 210 ekor sapi dan 10 ekor kambing, melonjak dari capaian tahun lalu yang berada di angka 160 ekor sapi.

“160 sapi berasal dari BUMD, 44 sapi dari Baznas Bazis, dan 6 sapi dari HIPMI,” ujar Rano.


Ilustrasi hewan kurban. Foto: Metro TV/Rifda Muthia Zahra.

Senada, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok menegaskan, sterilisasi hewan kurban masuk ke Ibu Kota sudah berjalan dengan membangun koordinasi intensif bersama jajaran daerah pemasok. Langkah ini ditempuh sebagai sistem deteksi dini penularan wabah.

“Kami memastikan seluruh hewan yang masuk ke Jakarta bebas dari penyakit zoonosis seperti antraks, PMK, orf, dan penyakit lainnya,” tegas Hasudungan.

Pihaknya mencatat telah memeriksa 458 sampel darah hewan kurban serta sampel tanah di berbagai area penjualan guna mengantisipasi spora antraks. Adapun 744 petugas gabungan yang dikerahkan pekan ini terdiri atas unsur Dinas KPKP, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), akademisi IPB University, hingga Pramuka, yang akan disebar langsung ke 892 titik lokasi pemotongan.

(Fachri Audhia Hafiez)