PLN Gerak Cepat Cek Kerusakan Gardu LRT Usai Penemuan Mayat

Petugas evakuasi mayat pria tak dikenal yang diduga tersengat listrik saat hendak mengambil kabel di gardu listrik LRT Pancoran. Foto: dok. Antara.

PLN Gerak Cepat Cek Kerusakan Gardu LRT Usai Penemuan Mayat

Gabriella Thesa Widiari • 2 September 2026 08:30

Jakarta: PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya langsung melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap aset kelistrikan di gardu hubung LRT Pancoran, Jakarta Selatan. Pengecekan dilakukan setelah mendapat informasi penemuan mayat pria tanpa identitas pada Selasa malam, 1 September 2026.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan kondisi kerusakan pada sejumlah bagian aset PLN," ujar Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya Haris Andika, dilansir dari Antara, Rabu, 2 September 2026.

Menurut Haris, salah satu kerusakan yang ditemukan adalah pintu gardu hubung. Pintu yang sebelumnya terkunci rapat itu ditemukan dalam keadaan rusak dan terbuka.

"Petugas juga menemukan sejumlah kabel dan komponen di dalam gardu dalam kondisi tidak sebagaimana mestinya," kata Haris.

Untuk mengusut kejadian tersebut, PLN berkoordinasi langsung dengan pihak kepolisian. Langkah ini dilakukan untuk melakukan investigasi lebih lanjut guna mengungkap penyebab pasti dan kronologi insiden.

Sebelumnya, Polsek Pancoran menerima informasi mengenai penemuan mayat pada Selasa malam, 1 September 2026 sekitar pukul 17.50 WIB. Setelah tiba di lokasi kejadian, polisi menemukan mayat pria tanpa identitas di dalam gardu listrik yang digunakan untuk operasional LRT di kawasan Pancoran.


Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat pria tak dikenal di gardu listrik LRT Pancoran. Foto: dok. Antara. 

Polisi menduga korban tewas akibat tersengat listrik tegangan tinggi saat hendak mencuri kabel. Dugaan itu diperkuat dengan adanya gergaji besi dan kantong plastik yang dibawa korban.

Aliran listrik di lokasi sempat dimatikan sementara saat proses evakuasi korban. Serta memastikan proses evakuasi tidak mengganggu operasional LRT.

(Gabriella Thesa Widiari)