Brantas Abipraya Rampungkan Pembangunan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur

Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Foto: dok Brantas Abipraya.

Brantas Abipraya Rampungkan Pembangunan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur

Husen Miftahudin • 2 September 2026 16:59

Kuala Lumpur: PT Brantas Abipraya (Persero) telah merampungkan pembangunan dan pengembangan fasilitas Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di Kuala Lumpur, Malaysia. Fasilitas tersebut kini mulai digunakan sebagai pusat pendidikan bagi anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia.
 
Peresmian penggunaan gedung baru SIKL ditandai dengan upacara bendera perdana pada Selasa, 1 September 2026. Upacara tersebut menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas belajar-mengajar siswa dan guru SIKL setelah pembangunan fasilitas rampung pada Mei 2026.
 
Proyek pembangunan SIKL memiliki total luas bangunan sekitar 5.600 meter persegi. Bangunan tersebut terdiri atas empat lantai dan satu basement. Fasilitas yang dibangun mencakup ruang kelas jenjang TK hingga SMA, laboratorium, ruang guru, ruang komite dan tata usaha, food hall, hall, sport hall, musala, serta area parkir basement.
 
Dengan fasilitas tersebut, SIKL ditargetkan mampu menampung hingga 800 siswa. Kapasitas ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak WNI yang tinggal maupun bekerja di Malaysia.
 
Pembangunan fasilitas SIKL dilaksanakan Brantas Abipraya sebagai bagian dari penugasan pembangunan infrastruktur pemerintah. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Prasarana Strategis bertindak sebagai pemberi kerja, sedangkan SIKL menjadi pengguna fasilitas di bawah naungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.
 
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan penyelesaian pembangunan SIKL menjadi bentuk kontribusi perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
 
"Bagi Brantas Abipraya, pembangunan SIKL bukan sekadar menyelesaikan sebuah proyek konstruksi. Di balik setiap ruang kelas dan fasilitas yang kami bangun, terdapat harapan agar anak-anak Indonesia di Malaysia dapat memperoleh ruang belajar yang layak, nyaman, dan mendukung mereka untuk berkembang serta meraih cita-cita," ujar Dian seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 2 September 2026.
 
Menurut Dian, keberadaan SIKL memiliki arti strategis karena pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kualitas generasi Indonesia, termasuk masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri.
 
"Kami berharap gedung ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para siswa, guru, keluarga WNI, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berwawasan global," tambah Dian.
 



(Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Foto: dok Brantas Abipraya)
 

Perkuat pendidikan anak WNI di Malaysia

 
Kehadiran fasilitas baru juga memperkuat peran SIKL sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan Indonesia di Malaysia. SIKL memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia, termasuk anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan WNI yang tinggal di negara tersebut.
 
Duta Besar RI untuk Malaysia Iman Hascarya menekankan pentingnya SIKL dalam memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat Indonesia di Malaysia. Dalam apel perdana di gedung baru, ia menyampaikan harapan agar fasilitas tersebut memberikan semangat baru bagi siswa dan mendukung kemajuan pendidikan masyarakat Indonesia di Malaysia.
 
Dengan rampungnya pembangunan SIKL, Brantas Abipraya menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat sosial dan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat.
 
Sebagai BUMN konstruksi, Brantas Abipraya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan karya yang menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung agenda pembangunan nasional.
 
"Kami percaya sebuah karya konstruksi akan memiliki nilai yang lebih besar ketika manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh generasi yang akan datang. SIKL adalah salah satu karya tersebut, sebuah ruang untuk belajar, bertumbuh, dan membawa nama Indonesia di kancah global," tutup Dian.

(Husen Miftahudin)