Gedung Sekolah Rakyat. Foto: dok Brantas Abipraya.
Sekolah Rakyat Garapan Brantas Abipraya Resmi Mulai MPLS
Husen Miftahudin • 2 September 2026 10:20
Jakarta: Sejumlah Sekolah Rakyat yang infrastrukturnya dibangun PT Brantas Abipraya (Persero) mulai digunakan pada tahun ajaran 2026/2027. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) digelar serentak di tiga wilayah, yakni Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Bekasi di Cikarang, dan Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada 31 Agustus 2026.
Dimulainya MPLS menandai penggunaan fasilitas pendidikan yang sebelumnya berada dalam tahap pembangunan. Sekolah Rakyat di sejumlah daerah tersebut menerapkan sistem pendidikan yang terintegrasi dengan asrama.
Di Kabupaten Nganjuk, seluruh siswa mulai menempati asrama dan mengikuti kegiatan MPLS. Sekolah Rakyat tersebut mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan total 200 peserta didik yang telah terdaftar.
Selama MPLS, siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah sekaligus dibiasakan menjalani pola hidup disiplin melalui tujuh kebiasaan positif. Kegiatan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, sarapan, belajar, bermasyarakat, dan tidur lebih awal.
Sementara itu, ratusan peserta didik di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, mengikuti MPLS dan mulai beradaptasi dengan kehidupan sekolah berasrama.
Pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas. Peserta didik juga dibiasakan menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri dan disiplin, seperti menata tempat tidur, mencuci, menyetrika, bangun pagi, berolahraga, hingga mempersiapkan diri sebelum mengikuti kegiatan belajar.
MPLS juga digelar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Utara di Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, pada hari yang sama. Pemerintah daerah menilai kehadiran Sekolah Rakyat menjadi langkah untuk memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Tekankan manfaat pembangunan
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari kontribusi BUMN konstruksi dalam mendukung pemerataan akses pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
"Bagi Brantas Abipraya, keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari selesainya bangunan, tetapi ketika fasilitas tersebut benar-benar hidup, digunakan, dan memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia. Dimulainya MPLS di berbagai daerah menjadi momentum infrastruktur yang kami bangun kini telah bertransformasi menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, dan membangun masa depan," ujar Dian dikutip dari siaran pers, Rabu, 2 September 2026.
Menurut Dian, konsep Sekolah Rakyat yang mengintegrasikan fasilitas pendidikan dengan sistem asrama memiliki nilai strategis karena proses pembentukan peserta didik berlangsung secara lebih menyeluruh. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemandirian, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan karakter peserta didik.
"Kami percaya infrastruktur pendidikan yang berkualitas harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung pembentukan karakter. Karena itu, kami tidak hanya fokus memastikan pembangunan memenuhi standar mutu dan ketepatan waktu, tetapi juga memastikan setiap fasilitas dapat berfungsi secara optimal ketika digunakan oleh para siswa," lanjut Dian.
Brantas Abipraya sebelumnya mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah untuk memastikan kesiapan fasilitas menghadapi tahun ajaran 2026/2027. Dalam pelaksanaan proyek, perusahaan mengedepankan pengawasan teknis, pengendalian mutu, manajemen proyek, serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Di Kabupaten Bekasi, pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Barat 2 di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, dikerjakan Brantas Abipraya. Sebelum tahun ajaran baru dimulai, proyek tersebut melalui tahap percepatan penyelesaian untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendidikan.
Sementara itu, pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, juga menjadi salah satu proyek yang dikerjakan Brantas Abipraya. Proyek tersebut sebelumnya mendapat perhatian pemerintah pusat melalui peninjauan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dalam peninjauan tersebut, Prasetyo mengapresiasi kerja insan konstruksi dalam menghadirkan sarana pendidikan bagi generasi penerus.

(MPLS di Sekolah Rakyat. Foto: dok Brantas Abipraya)
Sekolah Rakyat diterapkan dengan sistem asrama
Secara nasional, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut menerapkan pendekatan pendidikan terintegrasi dan berasrama. Peserta didik memperoleh dukungan pembelajaran sekaligus pembinaan karakter dan kemandirian.
Keterlibatan Brantas Abipraya dalam pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari komitmen perusahaan mendukung agenda pembangunan nasional, terutama dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan memperluas kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.
"Kami berharap setiap Sekolah Rakyat yang kami bangun dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, mandiri, disiplin, dan memiliki daya saing. Inilah makna pembangunan yang sesungguhnya: menghadirkan infrastruktur yang memberikan dampak dan membuka kesempatan bagi masa depan yang lebih baik," pungkas Dian.