300 Hektare Lahan Pertanian di Situbondo Terdampak Banjir Bandang

Lahan pertanian di Situbondo, Jawa Timur, terdampak banjir bandang. ANTARA/HO-Pemkab Situbondo

300 Hektare Lahan Pertanian di Situbondo Terdampak Banjir Bandang

Silvana Febiari • 10 March 2026 20:54

Situbondo: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat sekitar 300 hektare lahan pertanian terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah, Sabtu malam, Maret 2026. Akibatnya, banyak tanaman milik petani rusak. 

"Banjir bandang kedua pada Sabtu (7 Maret) malam kemarin lebih besar dibandingkan banjir sebelumnya pada 21 Januari lalu, dan dampaknya cukup signifikan. Data sementara luasannya sekitar 300 hektare," ujar Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dikutip dari Antara, Selasa, 10 Maret 2026. 

Menurut Rio, lahan pertanian yang rusak akibat banjir bandang pada 21 Januari lalu di Desa Bloro, Kecamatan Besuki, tercatat seluas 5,5 hektare. Namun pada banjir kedua ini, area terdampak menjadi lebih luas dan saat ini masih dalam proses pendataan oleh tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
 


Rio mengatakan, banyak lahan petani yang sempat ditanami kembali setelah banjir pertama kini kembali rusak tergerus banjir. Kondisi tersebut membuat para petani tidak berani menanam lagi selama hujan masih terus turun.

"Saat ini petani banyak yang belum tanam kembali karena takut ada hujan lagi, terus banjir lagi," ungkapnya. 

Rio meminta pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) setempat melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman setempat untuk penanganan pasca-banjir.

"Normalisasi dan permasalahan sampah yang ada di sungai kami minta segera dilakukan tindak lanjut agar sungai berfungsi dengan baik," tutur Rio.


Lahan pertanian di Situbondo, Jawa Timur, terdampak banjir bandang. ANTARA/HO-Pemkab Situbondo

Sebelumnya, sejumlah wilayah Situbondo kembali diterjang banjir bandang pada Sabtu, 7 Maret 2026. Selain merusak lahan pertanian, peristiwa ini juga membanjiri ribuan rumah warga dan ketinggian banjir lebih dari satu meter.

Ratusan hektare lahan pertanian yang didominasi padi rusak karena tergerus banjir. Infrastruktur jalan dan jembatan serta fasilitas umum lainnya juga rusak.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)