Heboh Video Netanyahu Berjari Enam, Benarkah Bukti Manipulasi AI?

Tangkapan layar cuplikan konferensi pers PM Israel Benjamin Netanyahu yang tampak menunjukkan PM tersebut memiliki 6 jari. (Istimewa)

Heboh Video Netanyahu Berjari Enam, Benarkah Bukti Manipulasi AI?

Riza Aslam Khaeron • 14 March 2026 16:11

Jakarta: Pada Jumat, 12 Maret 2026, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar konferensi pers perdana sejak pecahnya perang Timur Tengah pada 28 Februari 2026, yang dipicu oleh serangan Israel dan Amerika Serikat.

Netanyahu, yang akrab disapa Bibi, memberikan penjelasan panjang lebar serta melayani sesi tanya jawab dengan para jurnalis terkait konflik yang kini memasuki hari ke-15 tersebut.

Namun, perhatian netizen justru teralihkan. Bukan karena ancamannya terhadap pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, ataupun tiadanya sinyal deeskalasi dari Tel Aviv, melainkan karena potongan klip video yang memperlihatkan Bibi seolah memiliki enam jari dalam konferensi tersebut.

Hal ini memicu spekulasi luas mengenai penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam siaran tersebut.

“Ini jelas Ai. Israhell sedang menutupi fakta kalau Satanyahu kemungkinan besar sdh tewas, juga petinggi mossad dan menteri keamanan nasional. Semua modar,” tulis seorang pengguna Facebook di kolom komentar terkait video tersebut.

“AI, jari tangannya ada 6,” tulis pengguna media sosial lainnya. Rumor mengenai kematian Netanyahu memang sempat beredar sebelumnya, menyusul laporan media Iran, Tasnim, yang menyebut adanya "berita yang belum terkonfirmasi" terkait klaim serangan terhadap kediaman Netanyahu pada 10 Maret.

Kantor PM Israel segera membantah kabar tersebut dan melabelinya sebagai “berita palsu”.

Lantas, benarkah rumor terbaru mengenai dugaan kematian Bibi dan tuduhan penggunaan teknologi AI dalam siaran tersebut?

Hasil pemeriksaan fakta yang dilakukan oleh Politifact, lembaga jurnalisme di bawah naungan The Poynter Institute, pada 13 Maret 2026 menyimpulkan bahwa klaim tersebut tidak terbukti.
 

Baca Juga:
Israel Dikabarkan Rencanakan Invasi Darat Besar-besaran ke Lebanon

The Poynter Institute sendiri merupakan institusi pendidikan jurnalisme nirlaba yang berbasis di Florida dan mengelola International Fact-Checking Network (IFCN) untuk mendukung inisiatif pemeriksaan fakta global.

Dalam cuplikan gambar yang beredar, Netanyahu tampak sedang menunjuk dengan kedua tangannya, sehingga sebagian pengguna media sosial salah mengidentifikasi dan mengira tangan kanannya memiliki enam jari.


Sumber: Poynter Institute

Namun, ketika rekaman video konferensi pers tersebut diperiksa dengan lebih teliti, anatomi tangan Netanyahu terlihat normal. Efek visual yang memberikan kesan seolah ia memiliki enam jari sebenarnya disebabkan oleh pantulan cahaya pada telapak tangannya saat ia melakukan gestur menunjuk.

Pantulan cahaya tersebut terpantul ke lapisan kulit tanganya yang menggumpal dikarenakan aksi menunjuk tersebut, menimbulkan bayangan yang akhirnya terlihat seperti jari tambahan.

Rekaman utuh konferensi pers yang dirilis oleh Israeli Government Press Office (GPO) di YouTube juga tidak memperlihatkan adanya indikasi manipulasi video maupun penggunaan teknologi AI.

Dalam video asli tersebut, Netanyahu berinteraksi secara aktif dengan para wartawan melalui konferensi video, menjawab berbagai pertanyaan, dan menggunakan banyak gestur tangan secara natural tanpa ada kejanggalan teknis sedikit pun.


Tangkapan layar video konferensi pers Netanyahu yang menunjukan jari PM tersebut ada 10, 12 Maret 2026. (GPO)

Selain itu, sejumlah media internasional juga melaporkan jalannya konferensi pers tersebut secara langsung, yang mengonfirmasi bahwa acara itu benar-benar terjadi dan disiarkan secara normal. Dengan demikian, klaim di media sosial yang menyebut video tersebut sebagai bukti bahwa Netanyahu telah meninggal atau digantikan oleh teknologi AI dinyatakan sebagai informasi palsu.
 

Kesimpulan:

Berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan, narasi yang menyebut Benjamin Netanyahu memiliki enam jari atau menggunakan video AI karena telah meninggal adalah salah (hoaks). Video yang beredar merupakan rekaman asli konferensi pers nyata, dan kejanggalan visual pada jari tangannya hanyalah distorsi akibat sudut pandang kamera serta pantulan cahaya.



Referensi:
https://www.youtube.com/watch?v=rr9QJh-8iNs
https://www.politifact.com/factchecks/2026/mar/13/social-media/netanyahu-dead-video-artificial-intelligence/

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)