Harga Minyak Dunia Merosot, Brent Diskon hingga 1,4%

Ilustrasi harga minyak dunia turun. Foto: Daily News Egypt.

Harga Minyak Dunia Merosot, Brent Diskon hingga 1,4%

Husen Miftahudin • 6 January 2026 09:29

Houston: Harga minyak dunia turun setelah operasi Amerika Serikat (AS) untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, sehingga menimbulkan ketidakpastian tentang masa depan cadangan minyak mentah terbesar di dunia.
 
Mengutip Yahoo Finance, Selasa, 6 Januari 2026, harga minyak mentah Brent berjangka turun 1,4 persen menjadi USD59,88 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 1,5 persen menjadi USD56,43.
 
Venezuela menyumbang kurang dari satu persen dari produksi minyak global, dengan ekspor yang dibatasi oleh sanksi AS dan blokade angkatan laut.
 
Namun, negara ini memiliki sekitar 17 persen dari cadangan minyak mentah dunia yang terbukti, menurut Badan Informasi Energi AS, sehingga berpotensi meningkatkan pasokan jika produksi dan ekspor pulih.
 
Para pedagang kini sedang menilai bagaimana intervensi AS dapat memengaruhi pasar minyak, pada saat para analis memperingatkan akan terjadinya kelebihan pasokan minyak mentah.
 

Baca juga: Harga Minyak Rebound setelah AS Serang Venezuela


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
 

Harga minyak stabil setelah sempat goyah

 
Stephen Innes dari SPI Asset Management mengatakan harga minyak stabil setelah sempat goyah di awal perdagangan karena para pedagang mempertimbangkan dua kekuatan yang berlawanan yang dipicu oleh langkah Washington di Venezuela.
 
"Di satu sisi, ketidakstabilan geopolitik di Amerika Latin mendukung premi risiko. Di sisi lain, prospek cadangan Venezuela yang sangat besar pada akhirnya kembali ke pasar menunjukkan hal sebaliknya," tutur dia.
 
Jim Reid, seorang analis di Deutsche Bank, mengatakan ada perdebatan tentang sejauh mana gangguan pasokan minyak jangka pendek akibat gejolak tersebut pada akhirnya akan diimbangi oleh peningkatan pasokan jangka panjang dari produksi Venezuela yang lebih tinggi.
 
"Prospek pemulihan pasokan jangka panjang akan menurunkan harga minyak, dan Trump sendiri mengatakan pada akhir pekan perusahaan minyak AS akan masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara," terang dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)