Wall Street Futures Melonjak, Pasar Sambut Redanya Konflik AS-Iran

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Wall Street Futures Melonjak, Pasar Sambut Redanya Konflik AS-Iran

Eko Nordiansyah • 27 July 2026 08:55

New York: Indeks saham berjangka Amerika Serikat (AS) menguat pada Minggu malam, 26 Juli 2026, seiring turunnya harga minyak di tengah meredanya ketegangan antara AS dan Iran. Investor juga bersiap menghadapi pekan penting yang diwarnai rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) dan rilis laporan keuangan perusahaan teknologi berkapitalisasi besar.

Dikutip dari Investing, Senin, 27 Juli 2026, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,7 persen menjadi 7.499,25 poin. Sementara itu, kontrak berjangka Nasdaq 100 menguat 1,3 persen ke 28.635,75 poin, sedangkan kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average naik 0,6 persen menjadi 52.410 poin.

Wall Street menutup perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, dengan pergerakan yang bervariasi. Meski demikian, ketiga indeks utama membukukan pelemahan secara mingguan. Nasdaq Composite turun sekitar 2,1 persen, S&P 500 melemah 0,6 persen, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,4 persen.

Setelah 13 malam berturut-turut melancarkan serangan terhadap target di Iran, Presiden AS Donald Trump menghentikan operasi militer pada Jumat malam untuk membuka ruang bagi upaya diplomatik.

Sepanjang Sabtu dan Minggu tidak dilaporkan adanya serangan lanjutan dari AS. Iran juga tidak melancarkan serangan balasan terhadap negara-negara tetangga yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Fokus tertuju pada The Fed dan emiten teknologi

Perhatian investor kini beralih ke rapat kebijakan Federal Reserve yang berlangsung selama dua hari dan dijadwalkan berakhir pada Rabu.

Bank sentral AS secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya. Namun, pelaku pasar akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga selanjutnya serta pandangan bank sentral terhadap prospek inflasi. Selain itu, pasar juga menantikan laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Apple, Microsoft, Amazon, dan Meta Platforms.

Investor akan mencermati perkembangan belanja kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), permintaan layanan komputasi awan (cloud computing), serta rencana belanja modal perusahaan. Ketiga aspek tersebut menjadi perhatian setelah meningkatnya investasi AI dalam beberapa pekan terakhir memberi tekanan terhadap saham-saham teknologi.

Di sisi lain, pelaku pasar juga akan memantau sejumlah data ekonomi penting, seperti produk domestik bruto (PDB) AS kuartal II-2026 dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE), yang merupakan indikator inflasi acuan The Fed, guna memperoleh gambaran terbaru mengenai kondisi ekonomi dan arah kebijakan moneter.

(Eko Nordiansyah)