Korlantas Polri Sebut Kecelakaan Turun Signifikan Selama Operasi Lilin 2025

Ilustrasi. Medcom

Korlantas Polri Sebut Kecelakaan Turun Signifikan Selama Operasi Lilin 2025

Rahmatul Fajri • 4 January 2026 23:58

Jakarta: Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatatkan capaian positif pada penutupan masa pengamanan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Berdasarkan evaluasi akhir, angka kecelakaan lalu lintas menurun signifikan daripada tahun sebelumnya seiring dengan terkendalinya arus balik menuju Jakarta.

Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengungkapkan tingkat fatalitas atau korban meninggal dunia akibat kecelakaan turun 27,12 persen. Secara kumulatif, jumlah peristiwa kecelakaan menurun sekitar tujuh persen.

"Artinya hampir sekitar 150 korban jiwa bisa kita cegah. Ini luar biasa karena Operasi Lilin adalah operasi kemanusiaan, sehingga keselamatan di jalan menjadi poin yang paling utama," ujar Agus saat mengunjungi Pos Polisi Gadog, Jawa Barat, Minggu, 4 Januari 2026.
 

Baca Juga: 

Puncak Arus Balik Nataru, 24 Ribu Kendaraan Padati Tol Cipali Arah Jakarta Sore Ini


Salah satu poin yang menjadi perhatian khusus dalam operasi tahun ini adalah pelibatan Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) oleh Polres Bogor. Agus menyebut keterlibatan aktif masyarakat di simpul-simpul jalan alternatif Puncak merupakan pertama kalinya dilakukan secara terorganisir dalam pengamanan Nataru.

"Ini yang pertama. Kami memberikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut bertanggung jawab membantu polisi melancarkan arus lalu lintas. Stakeholder dan warga turun bersama untuk menciptakan Kamseltibcarlantas," jelas dia.


Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. Medcom.id

Arus Balik Capai 96 Persen


Terkait pergerakan kendaraan, Korlantas mencatat 2,9 juta kendaraan diproyeksikan meninggalkan Jakarta melalui jalur tol selama masa libur panjang tersebut. Hingga hari terakhir operasi, tercatat 96 persen kendaraan telah kembali ke Jakarta.

Dengan sisa empat persen kendaraan yang belum kembali, Kakorlantas memastikan kondisi lalu lintas di gerbang-gerbang tol utama terpantau landai. Hal ini membuat kepolisian tidak perlu menerapkan rekayasa lalu lintas ekstrem di sisa waktu operasi.

"Arus balik hari ini tidak mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan traffic counting, parameter untuk melakukan contraflow tampaknya tidak diperlukan karena situasi cukup landai," ujar Kakorlantas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)