Ilustrasi banjir rob. Foto: Metrotvnews.com/Yurike.
Ini Upaya Pemkot Jakut Antisipasi Banjir Rob Selama 2026
Anggi Tondi Martaon • 28 January 2026 10:45
Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara (Jakut) memprioritaskan penguatan sistem tata air upaya antisipasi banjir rob. Penguatan sistem air dilakukan sepanjang 2026.
"Pada tahun 2026 nanti, akan ada pembangunan infrastruktur tata air di wilayah Jakarta Utara. Wilayah ini menjadi salah satu fokus utama pembangunan oleh Dinas SDA (Sumber Daya Air) Provinsi DKI Jakarta pada 2026," kata Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, dikutip dari Antara, Rabu, 28 Januari 2026.
Hendra menyebutkan pihaknya tengah melakukan sosialisasi rencana pembangunan infrastruktur tata air tersebut. Sebab, pembangunan tata kelola air dinilai sangat penting sebagai upaya perlindungan wilayah dan masyarakat dari ancaman banjir dan rob yang kerap terjadi.
"Kegiatan sosialisasi rencana pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana tata air kita sudah lakukan, karena ini penting untuk kita perhatikan bersama, menyangkut upaya perlindungan wilayah dan masyarakat dari banjir," ujar Hendra.
Hendra berharap seluruh program dapat berjalan sesuai jadwal. Serta, memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Semoga seluruh perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ini berjalan tepat waktu dan membawa manfaat bagi warga Jakarta Utara," ucap Hendra.
Melalui sosialisasi tersebut, Pemkot Jakarta Utara juga berharap agar sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan masyarakat semakin kuat dalam menghadapi tantangan banjir dan rob secara berkelanjutan.
.jpg)
Ilustrasi banjir rob. Foto: Metrotvnews.com/Yurike.
Dalam paparannya, Ika menjelaskan pengendalian banjir dan rob di Jakut dilakukan secara terintegrasi. Upaya tersebut dimulai dari memperkuat tanggul, pembangunan dan peningkatan rumah pompa, serta pengembangan sistem polder yang saling terhubung.
"Pengendalian banjir di Jakarta Utara tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita lakukan secara menyeluruh melalui pembangunan tanggul, peningkatan kapasitas pompa, dan sistem tata air yang terintegrasi," jelas Ika.
Sejumlah program strategis yang direncanakan, antara lain penguatan tanggul Kali Cakung Lama sepanjang sekitar 2,4 kilometer, pembangunan dan peningkatan rumah pompa Bulak Cabe, Pegangsaan Dua, Cilincing KBN, IKIP, serta peningkatan kapasitas Rumah Pompa Ancol.
Selain itu, Dinas SDA DKI mengembangkan sistem polder di kawasan Kelapa Gading, Sukapura, Pegangsaan Dua, Semper, serta Cilincing guna menekan potensi genangan.
Ika menilai pembangunan infrastruktur tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengendalian banjir. Sekaligus menyesuaikan dengan karakteristik wilayah pesisir Jakarta Utara yang kerap dilanda banjir kiriman dan rob.
"Peningkatan kapasitas pompa dan sistem polder diharapkan mampu mempercepat pengendalian aliran air saat curah hujan tinggi maupun pasang laut," terang Ika.
Selain penanganan banjir, Dinas SDA DKI menyiapkan program khusus pengendalian rob di kawasan pesisir melalui pembangunan tanggul pengaman pantai, pemeliharaan infrastruktur pesisir, serta kajian terkait pengendalian penurunan muka tanah.