Perpustakaan Danantara Dibuka di Museum Nasional Indonesia, Dukung Literasi Kebudayaan

Perpustakaan Danantara resmi hadir di Museum Nasional Indonesia melalui kolaborasi Danantara Indonesia Trust dan Kementerian Kebudayaan. (Dok. Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Perpustakaan Danantara Dibuka di Museum Nasional Indonesia, Dukung Literasi Kebudayaan

Duta Erlangga • 26 September 2026 07:49

Jakarta: Danantara Indonesia Trust dan Museum dan Cagar Budaya (MCB/ Indonesia Heritage Agency) meresmikan Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia pada Jumat, 25 September 2026. Perpustakaan ini merupakan kolaborasi kedua lembaga untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan dan budaya, memperkuat minat membaca, serta mendukung peningkatan literasi bagi masyarakat Indonesia.   

Pengembangan perpustakaan diarahkan untuk mendukung fungsi Museum Nasional Indonesia sebagai pusat pengetahuan dan riset kebudayaan, sekaligus memperluas akses publik terhadap pengetahuan seni dan budaya.
 

Ketua Yayasan Danantara Indonesia Trust Nuraini Razak saat peresmian Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, Jumat, 25 September 2026. (Dok. Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
 
Ketua Yayasan Danantara Indonesia Trust Nuraini Razak mengatakan pembangunan perpustakaan tersebut merupakan bagian dari pendekatan kolaboratif yang dilakukan Danantara Trust dalam mendukung bidang pendidikan, kesehatan, serta air dan sanitasi.

"Melalui Danantara Trust, kami ingin berkontribusi terhadap bidang-bidang yang mendasar bagi kualitas manusia Indonesia. Jadi ada pendidikan, ada kesehatan, dan air dan sanitasi. Karena itu, pada hari ini adalah salah satu contoh program yang kami lakukan, dan pendekatan kami adalah kolaborasi," kata Nuraini, saat peresmian Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, Jumat, 25 September 2026.

Adapun kolaborasi dilakukan dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga filantropi, dunia usaha, hingga masyarakat.

"Contohnya adalah kolaborasi dengan museum dan cagar bidaya. Kami Danantara Indonesia Trust ingin bekerja sama dengan pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga filantrofi, dunia usaha, dan bentuk masyarakat yang masing-masing membawa kekuatan yang berbeda yang diwujudkan. Perpustakaan Danantara ini adalah salah satu contoh dari pendekatan tersebut," ujarnya.

Menurut Nuraini, keberadaan perpustakaan perlu diukur dari pemanfaatannya oleh masyarakat. Ia berharap fasilitas tersebut dapat menjadi ruang belajar yang aktif di lingkungan Museum Nasional Indonesia.

"Ukuran keberhasilan kami adalah apa manfaat yang bisa didapatkan dengan adanya Perpustakaan di Museum Nasional Indonesia. Karena Perpustakaan baru benar-benar memiliki arti jika orang-orang datang dan benar-benar menggunakannya untuk belajar, dan mengetahui hal lebih banyak. Sekali lagi, semoga Perpustakaan Danantara dapat menjadi ruang yang hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia," katanya.
 


Dukung Pengembangan Museum Nasional Indonesia

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan kehadiran perpustakaan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Danantara Trust dan Kementerian Kebudayaan yang sebelumnya dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) pada Mei 2026.

"Perpusakan ini tidak mungkin hadir kalau tidak ada kolaborasi kerja sama, dan ini adalah bukti konkret dari MOU yang ditandatangani pada bulan Mei lalu, antara Danantara Trust dengan Kementerian Kebudayaan," kata Fadli Zon.
 

Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat peresmian Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, Jumat, 25 September 2026. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
 
Fadli Zon mengatakan dukungan tersebut turut membantu pemanfaatan koleksi buku yang tersedia di Museum Nasional.

"Dan karena itulah kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Danantara Trust, yang telah mendukung hadirnya perpustakaan di Museum Nasional ini. Saya kira kita perlu apresiasi yang sebesar-besarnya. Karena kalau tidak ada dukungan itu, buku-buku yang ada di lantai 6, ada 30 ribu buku, itu mungkin tidak bisa didisplay, dimanfaatkan dengan nyaman," ujarnya.

Menurut Fadli, perpustakaan tersebut melengkapi fasilitas yang saat ini masih dikembangkan di Museum Nasional Indonesia. Selain menjadi fasilitas edukasi, keberadaannya juga diharapkan mendukung pengembangan ekonomi budaya.

"Jadi sekali lagi selain tentu saja sebagai pusat edukasi, pusat belajar, tapi ini juga bagian dari ekonomi budaya ke depan. Dan tentu saja ini akan bagus bagi semua pihak. Di museum nasional ini terutama pelajar-pelajar mendapatkan privilege," katanya.

Lebih lanjut, Fadli menambahkan Museum Nasional Indonesia memiliki sekitar 190 ribu koleksi yang masih dalam proses penataan dan pengamanan.

"Juga kita punya koleksi di museum nasional ini ada sekitar 190an ribu. Masih ditata, 190an ribu koleksi dan masih terus kita tata termasuk pengamanannya," jelasnya.

Pengembangan fasilitas tersebut, kata Fadli, diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem Museum Nasional yang lebih terpadu.

"Dan ke depan kita harapkan ini bisa menjadi bagian fasilitas yang terpadu dengan yang ada. Nah kita berharap juga ke depan museum-museum kita di daerah, museum-museum swasta, Kita harapkan semuanya bisa berbenah," ujarnya.
 

Perpustakaan Danantara resmi hadir di Museum Nasional Indonesia melalui kolaborasi Danantara Indonesia Trust dan Kementerian Kebudayaan. (Dok. Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
 
Pemerintah pun saat ini tengah melakukan revitalisasi sejumlah cagar budaya dan museum. Dikatakan Fadli Zon, terdapat sekitar 200 objek yang direvitalisasi pada 2026.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto juga menugaskan saya di Kementerian Kebudayaan bersama dengan tim untuk melakukan revitalisasi cagar-cagar budaya, keraton, istana, dan juga sejumlah museum. Jadi ada kurang lebih 200 objek yang kita revitalisasi tahun ini," ujarnya.

Lebih Lanjut, Fadli berharap kerja sama dengan Danantara Trust dapat terus berkembang dan mendukung pengembangan Museum Nasional Indonesia sebagai institusi publik yang terbuka dan menjadi ruang pembelajaran masyarakat.

"Saya berharap kolaborasi dengan Danantara akan terus berkembang dan juga Museum Nasional Indonesia menjadi institusi publik yang makin terbuka, terhubung, produktif, menghasilkan pengetahuan," ujarnya.

(Rosa Anggreati)