Polda Metro Dalami Motif Oknum Pelaku Penembakan di Pondok Cabe

Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

Polda Metro Dalami Motif Oknum Pelaku Penembakan di Pondok Cabe

Muhammad Adyatma Damardjati • 21 October 2026 14:42

Jakarta: Polda Metro Jaya mendalami motif kasus penembakan sesama anggota kepolisian di Markas Komando (Mako) Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Penyidik menelusuri dugaan perundungan hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain.

“Terkait tentang motif penggunaan senjata api dan perundungan, diduga perundungan, serta adanya kemungkinan keterlibatan orang lain, ini masih didalami. Kami harus menyampaikan bukti yang sesuai fakta,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Rabu, 21 Oktober 2026.

Budi mengatakan sejumlah anggota kepolisian telah dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut. Namun, jumlah saksi dan hasil pemeriksaan sementara belum dapat dikonfirmasi.

“Pasti sudah ada beberapa dari Kepolisian Udara ini dimintai keterangan, tapi untuk jumlah dan hasilnya kami belum dapat konfirmasi,” kata Budi.

Budi menyebut pelaku menyerahkan diri pada hari pertama insiden ke piket penjagaan. Terduga pelaku kemudian ditangani oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Pelaku sudah menyerahkan diri di piket penjagaan dan ditangani oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Ini juga secara bertahap, estafet, dalam kondisi psikis yang bersangkutan,” tegas Budi.

Budi menegaskan proses penyidikan dilakukan secara komprehensif. Penyidikan tindak pidana umum dinilai berjalan sejalan dengan penanganan oleh Bidang Propam.

“Ini juga proses penyidikan oleh Kriminal Umum selaras dan sejalan dengan Bid Propam. Nanti akan kami update kembali,” ujar Budi.


Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Tim penyidik juga mendalami asal-usul senjata api yang digunakan pelaku. Polda Metro belum dapat menyimpulkan muasal senjata api yang dipakai dalam insiden penembakan tersebut.

Penembakan terjadi di Mako Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat, 16 Oktober 2026, sekitar pukul 05.30 WIB. Korban meninggal dunia adalah Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, sedangkan tersangka merupakan juniornya, yakni Bharada Andika Ramadani.

Hasil autopsi menunjukkan korban mengalami empat luka tembak proyektil peluru di kepala serta luka senjata tajam di leher dan lengan. Pelaku diduga nekat melakukan aksinya karena sakit hati sering dirundung, dan saat ini polisi tengah memeriksa kondisi kejiwaan tersangka.

(Gabriella Thesa Widiari)