Pekerja menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) untuk penyintas gempa bumi di Desa Nangadhero, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (1/10/2026). ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/wsj.
BNPB Pulihkan Dokumen hingga Rumah Warga Terdampak Gempa NTT
Siti Yona Hukmana • 2 October 2026 11:33
Jakarta: Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengakselerasi proses pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemulihan yang dilakukan salah satunya dokumen kependudukan hingga persiapan pembangunan hunian tetap (huntap).
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Berton S. P. Panjaitan menegaskan penanganan pascabencana difokuskan pada pemulihan menyeluruh, baik sosial, administrasi, maupun infrastruktur dasar. Hal itu wujud dari kehadiran pemerintah untuk memastikan seluruh elemen pelayanan publik bagi warga terdampak tetap berjalan.
"Dokumen kependudukan yang rusak atau hilang dicetak ulang secara gratis oleh tim kependudukan dan catatan sipil yang turun langsung ke lokasi pengungsian. Layanan kesehatan berjalan dengan baik, dan kegiatan belajar-mengajar bagi anak-anak tetap dipastikan berlangsung," ujar Berton dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Jumat, 2 Oktober 2026.
Berton menambahkan, pemulihan kini resmi bergerak ke tahap pembangunan yang melibatkan berbagai pihak untuk mematangkan percepatan huntap bagi korban gempa di NTT maupun Sumatra.
"Seiring situasi yang makin berangsur membaik, verifikasi data penerima bantuan, mekanisme pencairan dana, hingga proses pembangunan perumahan langsung dimulai secara serentak di lapangan," ujar Berton.

Proses serah terima hunian sementara (huntara) yang dibangun BNPB untuk warga terdampak gempa Flores di Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Foto: Antara.
Melalui sinergi lintas lembaga ini, pemerintah menegaskan komitmen keberlanjutan penanganan bencana dari fase darurat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Berton menyebut bencana tidak bisa dicegah, namun pemerintah hadir dan berkomitmen penuh pada setiap fase penanggulangan.
"Keselamatan dan kesejahteraan rakyat adalah prioritas utama. Setiap rumah yang kembali berdiri adalah langkah nyata untuk memulihkan kehidupan masyarakat serta membangun kembali harapan agar warga semakin tangguh menghadapi bencana di masa depan," kata Berton.