Wakil Direktur Utama BSN Arga M. Nugraha (paling kiri). Foto: dok BSN.
Keuangan Syariah Berpotensi Danai Energi Terbarukan hingga UMKM
Ade Hapsari Lestarini • 15 October 2026 17:51
Bangkok: PT Bank Syariah Nasional (BSN) mendorong peran keuangan syariah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan ketahanan ekonomi global. Salah satu upaya yang disoroti adalah pengembangan instrumen pembiayaan untuk sektor produktif, termasuk energi terbarukan, infrastruktur, serta Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama BSN Arga M. Nugraha dalam forum internasional bertema "Keuangan Syariah: dari Ketahanan Krisis menuju Pembiayaan Transisi" di Bangkok, Thailand, Rabu, 14 Oktober 2026.
Forum yang diselenggarakan di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2026 tersebut digelar oleh Islamic Bank of Thailand (ibank) bersama International Islamic Economics and Finance Conference for Sustainable Development (IFESDC). Kegiatan ini dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai negara di kawasan ASEAN, Afrika, dan Timur Tengah.
Dalam panel diskusi tersebut, Arga memaparkan strategi ketahanan perbankan syariah dalam menghadapi dinamika dan krisis ekonomi. Ia menekankan perlunya transformasi model pembiayaan menuju skema yang lebih berorientasi pada prinsip bagi hasil, pengukuran dampak pembiayaan, serta penguatan kolaborasi lintas negara.
"Proses tukar pikiran dan dialog internasional harus terus dilakukan dan dijaga momentumnya, terutama untuk membantu mengurangi fragmentasi pasar keuangan syariah di ASEAN," ujar Arga, dalam keterangan tertulis, Kamis 15 Oktober 2026.
Menurut Arga, integrasi dan interoperabilitas pasar keuangan syariah di tingkat regional menjadi faktor penting untuk memperluas akses layanan keuangan yang inklusif bagi lebih dari 250 juta umat Muslim di ASEAN. Karena itu, BSN berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam mendukung dialog strategis dan kolaborasi yang dapat memperkuat ekosistem keuangan syariah di kawasan.

Ilustrasi. Foto: Magnific.
Instrumen keuangan syariah berpotensi besar
Dalam sambutan pembukaan, Yang Mulia Arun Boonchom, Sheikhul Islam Tailan, menegaskan keuangan syariah berlandaskan pada tujuan-tujuan syariah (Maqasid al-Shariah), yang mengedepankan keadilan sosial, kesetaraan, pembagian risiko secara transparan, serta pelestarian harta demi kemaslahatan bersama. Diskusi yang dipandu oleh perwakilan IFESDC Murniati Mukhlisin ini juga menghadirkan Presiden Islamic Bank of Thailand Thaweelap Rittapirom dan Presiden INCEIF University Mohd. Azmi Omar sebagai narasumber.
Para panelis sepakat, instrumen keuangan syariah seperti sukuk dan akad berbasis bagi hasil dan pembagian risiko melalui musyarakah dan mudharabah memiliki potensi besar dalam memobilisasi pembiayaan ke sektor energi terbarukan, infrastruktur berkelanjutan, serta Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Forum tersebut juga menyoroti pentingnya integrasi dana sosial Islam, yakni zakat dan wakaf, ke dalam ekosistem keuangan yang lebih luas guna memperkuat perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan.
Pimpinan Islamic Development Bank (IsDB) Group, Muhammad Sulaiman Al Jasser dalam sambutannya menyatakan masa depan industri keuangan syariah tidak cukup diukur dari pertumbuhan aset semata. Kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan penguatan ketahanan komunitas juga harus menjadi tolok ukur keberhasilan industri.
Sebagai tindak lanjut, ibank selaku tuan rumah akan merumuskan rekomendasi kebijakan bertajuk Bangkok Policy Note. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan Keuangan Transisi Islam melalui penguatan ketahanan institusi, perluasan inklusi keuangan, serta integrasi ekosistem keuangan syariah ASEAN dengan pasar global.