Aksi kekerasan kerap menimpa jurnalis dan warga sipil di Tepi Barat. (Anadolu Agency)
Fotografer The Washington Post Diserang di Tepi Barat, AS Lontarkan Kecaman
Willy Haryono • 17 October 2026 13:08
Washington: Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) melontarkan kecaman dan menyatakan “sangat prihatin” setelah fotografer kantor berita The Washington Post, Heidi Levine, diserang oleh pemukim Israel di Tepi Barat.
Melansir Anadolu, Jumat, 16 Oktober 2026, juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan dalam pernyataan tertulis menyatakan bahwa pihaknya mengetahui laporan tersebut dan sangat prihatin jika warga negara Amerika mengalami kekerasan di luar negeri.
Ia menegaskan pemerintah AS siap memberikan seluruh bantuan konsuler yang diperlukan.
“Departemen telah menghubungi The Washington Post untuk menawarkan bantuan konsuler,” tambah juru bicara tersebut.
Departemen Luar Negeri AS juga menyatakan bahwa keselamatan dan keamanan warga Amerika merupakan prioritas tertinggi pemerintahan Presiden Donald Trump. Washington, lanjutnya, terus berdialog secara rutin dengan para mitra untuk meningkatkan stabilitas dan keamanan di Tepi Barat.
“Kami mengecam kekerasan kriminal yang dilakukan pihak mana pun di Tepi Barat serta mendukung penyelidikan yang sesuai dan pertanggungjawaban hukum bagi mereka yang bertanggung jawab,” ujar juru bicara tersebut.
Pernyataan itu tidak secara khusus menyebut pemukim Israel.
Menurut Asosiasi Pers Asing (FPA), Levine mengalami “pemukulan berat” saat meliput panen zaitun warga Palestina di Desa Abu Falah, dekat Ramallah. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pemerintah Ramallah dan dilaporkan berada dalam kondisi stabil.
Levine mengenakan “penanda yang terlihat jelas dan mengidentifikasinya sebagai jurnalis”. FPA mendesak dilakukannya “penyelidikan menyeluruh serta tindak lanjut dari pihak berwenang”.
Polisi Israel menyatakan telah membuka penyelidikan, sementara militer Israel mengatakan akan memeriksa “seluruh keadaan” terkait insiden tersebut.
Serangan terhadap Jurnalis dan Warga Sipil
FPA menyebut serangan itu sebagai “insiden terbaru dalam rangkaian panjang serangan kekerasan oleh pemukim Israel terhadap jurnalis dan warga sipil lainnya di Tepi Barat."Levine merupakan satu dari dua jurnalis asing yang terluka dalam serangkaian serangan di wilayah administratif Ramallah dan Al-Bireh. Insiden tersebut juga menyebabkan sedikitnya 12 warga Palestina terluka, banyak di antaranya petani yang sedang memanen zaitun, menurut Bulan Sabit Merah Palestina, Pertahanan Sipil, dan Al-Baydar.
Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina mengatakan pekan ini bahwa pihaknya telah mendokumentasikan sedikitnya 136 serangan yang berkaitan dengan musim panen zaitun oleh pasukan dan pemukim Israel sejak awal Oktober.
Panen zaitun merupakan sumber pendapatan penting bagi ribuan keluarga Palestina di Tepi Barat. Namun, para petani menghadapi peningkatan serangan dan pembatasan akses ke lahan mereka selama musim panen.
Serangan oleh pasukan dan pemukim Israel terhadap warga Palestina serta properti mereka di seluruh Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, meningkat sejak dimulainya genosida di Gaza pada Oktober 2023. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Tentara Israel Tembak Jurnalis Foto dengan Peluru Karet di Tepi Barat