Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Bakom Bantah Kabar soal Penyalahgunaan Anggaran
Metro TV • 30 September 2026 14:43
Jakarta: Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari membantah kabar dugaan manipulasi anggaran media yang dilakukan oleh salah satu deputi di Bakom TIT. Hal ini sekaligus merespons isu yang berkembang di media sosial.
“Tidak ada alokasi anggaran media Rp60 miliar seperti yang dimaksud pada postingan medsos untuk agensi mutual,” kata Qodari pada konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, Rabu, 30 September 2026.
"Belanja media merupakan belanja lembaga yang mengikuti mekanisme penganggaran dan pengadaan, bukan keputusan pribadi seorang pejabat. Setiap belanja lembaga harus tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Qodari.
Qodari menerangkan proses pengadaan barang dan jasa di internal Bakom dijalankan secara transparan. Pihaknya turut melibatkan institusi eksternal seperti Sekretariat Negara untuk mengawal regulasi.
"Mengenai proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Bakom, perlu saya tekankan bahwa pihak Sekretariat Bakom turut melibatkan Kelompok Kerja Sekretariat Negara agar semua prosedur sesuai dan prudent," ujar Qodari.
Qodari menegaskan Bakom secara rutin berkonsultasi dengan lembaga pengawas negara untuk menjaga akuntabilitas tata kelola anggaran. Supervisi eksternal tersebut dilakukan guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan hukum.
"Selain itu, kami juga selalu berkonsultasi dengan lembaga eksternal seperti LKPP, BPKP, dan Kejaksaan Agung agar seluruh proses pengadaan dijalankan secara benar dan tepat," kata Qodari.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Dok MI
Menanggapi kemunculan unggahan anonim yang menyasar jajaran deputi Bakom, Qodari menilai aksi tersebut sebagai bentuk sabotase terhadap kinerja lembaganya. Ia menegaskan tuduhan tersebut bertujuan merusak kredibilitas institusi.
"Jadi ini salah satu bukti bahwa ini adalah upaya melakukan delegitimasi, serangan, dan sabotase pada Bakom melalui beberapa deputinya," kata Qodari.
(Afifah Alfina)