Uji coba ambulans udara melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Foto: ANTARA/Instagram Sekretariat Kabinet/Maria Cicilia Galuh.
Pemerintah Uji Coba Ambulans Udara untuk Mempercepat Akses Kesehatan
Fachri Audhia Hafiez • 28 September 2026 20:59
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mulai merealisasikan program ambulans udara untuk mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terisolasi atau sulit dijangkau jalur darat. Pemerintah bahkan telah melakukan uji coba latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
"Kita akan membuat ambulans udara, helikopter-helikopter dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai. Supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit," ujar Presiden Prabowo sebagaimana dikutip dari keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), dilansir Antara, Senin, 28 September 2026.
Presiden Prabowo berharap kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur tidak lagi menjadi penghambat bagi masyarakat untuk memperoleh bantuan medis darurat. Ia menyoroti sulitnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil, khususnya kaum ibu yang membutuhkan penanganan darurat saat melahirkan.
"Banyak ibu-ibu yang meninggal, karena menempuh jalan tujuh jam sampai sembilan jam pada saat melahirkan. Akhirnya, banyak ibu yang meninggal karena tidak ada jalan yang baik," ungkap Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa program ambulans udara ini disiapkan menyusul tuntasnya pembangunan 22 rumah sakit baru pada 2026 di berbagai kabupaten/kota yang sebelumnya belum memiliki fasilitas rumah sakit.
Menurut Teddy, penguatan sektor layanan kesehatan memang menjadi perhatian utama Presiden Prabowo. Kehadiran fasilitas transportasi udara ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan medis hingga ke pelosok Nusantara.
"Karena dalam kondisi darurat, waktu sangat berarti. Insyaallah negara akan terus hadir, hingga ke pelosok negeri. Memperpendek jarak, mempercepat pertolongan, dan pada akhirnya menyelamatkan nyawa," kata Teddy.