Mengenal 38 Pakaian Adat Indonesia untuk Memeriahkan Hari Sumpah Pemuda

Ilustrasi Pexels

Mengenal 38 Pakaian Adat Indonesia untuk Memeriahkan Hari Sumpah Pemuda

Putri Purnama Sari • 28 October 2026 14:20

Jakarta: Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober kerap diramaikan dengan penggunaan pakaian adat Nusantara. Beragam busana tradisional dari berbagai daerah dikenakan oleh pelajar, masyarakat, hingga pekerja sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya Indonesia sekaligus penghormatan terhadap semangat persatuan bangsa.

Indonesia memiliki 38 provinsi dengan kekayaan budaya yang beragam. Setiap daerah memiliki pakaian adat dengan ciri khas tersendiri, mulai dari bentuk busana, motif kain, warna, hingga aksesori yang digunakan.

Beberapa pakaian adat yang dikenal masyarakat antara lain Ulee Balang dari Aceh, Ulos dari Sumatra Utara, Aesan Gede dari Sumatra Selatan, Kebaya Encim dari DKI Jakarta, Payas Agung dari Bali, hingga Baju Bodo dari Sulawesi Selatan.

Keunikan pakaian adat tersebut mencerminkan identitas, tradisi, serta nilai budaya masyarakat setempat. Bahkan, daerah yang berada dalam satu pulau pun dapat memiliki karakter busana yang berbeda.

Penggunaan pakaian adat saat Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar bagian dari perayaan. Tradisi ini juga menjadi salah satu cara untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda sekaligus memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman.

Berikut daftar pakaian adat dari 38 provinsi di Indonesia yang dapat menjadi inspirasi untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Daftar Pakaian Adat dari 38 Provinsi di Indonesia

Pulau Sumatera
  • Aceh (Ulee Balang): Terbuat dari kain tenun sutra bermotif emas yang melambangkan kebesaran keraton.
  • Sumatra Utara (Ulos): Kain tenun khas yang diselempangkan di bahu sebagai simbol ikatan persaudaraan.
  • Sumatra Barat (Bundo Kanduang): Khas dengan penutup kepala wanita menyerupai tanduk kerbau (tingkuluak).
  • Riau (Teluk Belanga dan Kebaya Labuh): Busana anggun khas Melayu berbahan sutra atau satin.
  • Kepulauan Riau (Teluk Belanga dan Kebaya Labuh): Pakaian bernuansa Melayu yang dipadukan dengan kain songket.
  • Jambi (Baju Melayu Jambi): Bernuansa Melayu bertabur sulaman benang emas dengan mahkota pesangkon.
  • Bengkulu (Rejang Lenong): Pakaian bertabur ornamen emas yang mencerminkan kemewahan budaya lokal.
  • Sumatra Selatan (Aesan Gede): Bermotif songket keemasan yang terinspirasi dari kebesaran Kerajaan Sriwijaya.
  • Bangka Belitung (Paksian): Perpaduan budaya Arab dan Tionghoa dengan mahkota khas paksian.
  • Lampung (Tulang Bawang): Identik dengan penggunaan mahkota siger emas yang melambangkan keagungan.
Pulau Jawa
  • Banten (Baju Pangsi): Setelan serba hitam model longgar yang identik dengan gaya pendekar.
  • DKI Jakarta (Kebaya Encim dan Sadariah): Perpaduan budaya Betawi-Tionghoa dengan warna cerah untuk wanita dan baju koko berkalung sarung untuk pria.
  • Jawa Barat (Kebaya Sunda): Kebaya elegan bermotif cerah yang dipadukan dengan kain batik.
  • Jawa Tengah (Jawi Jangkep dan Kebaya Jawa): Setelan beskap untuk pria dan kebaya berbahan beludru untuk wanita.
  • Daerah Istimewa Yogyakarta (Kesatrian dan Kebaya): Pakaian khas keraton yang memancarkan keanggunan.
  • Jawa Timur (Pesa'an): Kaus bergaris merah putih dengan luaran hitam dan celana longgar khas Madura.
Pulau Bali dan Nusa Tenggara
  • Bali (Payas Agung): Pakaian mewah berlapis warna emas dan mahkota tinggi.
  • Nusa Tenggara Barat (Pegon dan Lambung): Jas ala Eropa (Pegon) untuk pria Suku Sasak dan baju berkerah V (Lambung) untuk wanita.
  • Nusa Tenggara Timur (Baju Amarasi): Kain tenun bermotif cerah yang diselempangkan bersilang dengan aksesoris kepala unik.
Pulau Kalimantan
  • Kalimantan Barat (King Baba dan King Bibinge): Busana dari kulit kayu kapuo dengan hiasan bulu burung enggang.
  • Kalimantan Tengah (Upak Nyamu): Pakaian berupa rompi dan bawahan yang terbuat dari anyaman kulit kayu nyamu.
  • Kalimantan Selatan (Bagajah Gamuling Baular Lulut): Busana bertabur rangkaian bunga melati dan hiasan perada emas.
  • Kalimantan Timur (Baju Takwo): Jas tertutup bernuansa bangsawan Kutai yang dipadukan kain batik.
  • Kalimantan Utara (Ta'a dan Sapei Sapaq): Pakaian suku Dayak berhias manik-manik alam dan bulu burung.
  Pulau Sulawesi
  • Sulawesi Utara (Laku Tepu): Baju kurung panjang berwarna cerah yang terbuat dari serat pisang (kofo).
  • Gorontalo (Makuta dan Biliu): Pakaian bertabur ornamen emas untuk perayaan atau upacara besar.
  • Sulawesi Tengah (Baju Nggembe): Baju berkerah bulat dan berlengan pendek dengan hiasan payet.
  • Sulawesi Barat (Pattuqduq Towaine): Pakaian wanita Mandar dengan atasan lengan pendek dan rok tenun.
  • Sulawesi Selatan (Baju Bodo): Baju berbahan tipis dan longgar yang dipadukan dengan sarung sutra.
  • Sulawesi Tenggara (Babu Nggawi): Atasan potong sebahu yang dipadukan sarung tradisional khas Tolaki.
Kepulauan Maluku dan Pulau Papua
  • Maluku (Baju Cele): Kemeja lengan pendek bergaris geometris berbahan tebal.
  • Maluku Utara (Manteren Lamo): Jas merah panjang bernuansa kesultanan dengan bordir emas.
  • Papua (Holim dan Sali): Holim untuk pria dari kulit labu dan Sali untuk wanita dari daun rumbia.
  • Papua Barat (Pakaian Adat Ewer): Pakaian dari bahan alami seperti jerami atau daun sagu kering.
  • Papua Tengah (Pakaian Adat Suku Mee): Busana dari anyaman kulit kayu dan dedaunan khas kawasan pegunungan.
  • Papua Pegunungan (Pakaian Adat Suku Dani): Identik dengan rajutan noken di kepala dan aksesoris taring babi.
  • Papua Selatan (Pakaian Adat Suku Asmat): Menggunakan rok rumbai dan hiasan tubuh dari tanah liat merah putih.
  • Papua Barat Daya (Pakaian Adat Suku Moi): Memakai kain kulit kayu serta hiasan kepala bulu burung kasuari.
(Adam Nur Fadhilah)

(Putri Purnama Sari)