Kelompok pejuang Palestina, Hamas. (Anadolu Agency)
Serangan Israel di Gaza Tewaskan 5 Orang, Tokoh Hamas Jadi Target Utama
Willy Haryono • 4 October 2026 11:52
Gaza: Israel melancarkan serangan udara ke sebuah apartemen di Jalur Gaza pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dalam upaya membunuh pemimpin tertinggi kelompok pejuang Palestina, Hamas.
Pejabat setempat mengatakan serangan tersebut menewaskan lima orang, empat di antaranya perempuan.
Mengutip Asharq Al-Awsat, serangan yang dilancarkan sebelum fajar tersebut terjadi bertepatan dengan peringatan menurut kalender Yahudi atas serangan 7 Oktober 2023, yang menjadi hari paling mematikan bagi Israel. Israel kemudian membalas dengan melancarkan operasi militer besar-besaran di Gaza.
Seorang pejabat di Rumah Sakit Al-Shifa, Kota Gaza, mengungkap bahwa pihaknya menerima jenazah lima orang dan sejumlah korban luka pada dini hari setelah serangan udara menghantam kawasan Rimal.
Ia mengatakan korban tewas terdiri dari dua perempuan dan anak perempuan mereka, serta seorang pria.
Mahmoud Bassal, juru bicara badan pertahanan sipil yang beroperasi sebagai tim penyelamat di bawah otoritas Hamas, mengatakan dua rudal menghantam langsung apartemen tersebut, memicu kebakaran dan merusak bangunan.
Sementara itu, militer Israel mengklaim serangan tersebut hanya menargetkan Ali al-Amoudi, yang disebut sebagai “tangan kanan” mendiang pemimpin Hamas Yahya Sinwar dan terlibat dalam perencanaan serangan 7 Oktober.
Israel mengungkap masih memeriksa apakah serangan tersebut menewaskan atau melukai al-Amoudi.
Militer Israel mengatakan pihaknya menargetkan al-Amoudi setelah mendapat informasi bahwa dia berada di sebuah gedung apartemen. Israel menuding Hamas menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia.
“Al-Amoudi saat ini merupakan tokoh Hamas paling senior di Jalur Gaza dan terlibat langsung dalam aktivitas teror Hamas serta upaya membangun kembali organisasi tersebut untuk perang. Teroris tersebut menjadi sasaran untuk menghilangkan ancaman,” klaim militer Israel dalam sebuah pernyataan.
Militer Israel mengatakan langkah-langkah telah diambil untuk meminimalkan dampak terhadap warga sipil, termasuk menggunakan amunisi presisi. Militer juga mengatakan “menyesalkan setiap kerugian yang dialami individu yang tidak terlibat”.
Israel membunuh Sinwar di Gaza pada Oktober 2024, yang oleh banyak warga Israel dipandang sebagai kemenangan simbolis besar. Namun, Israel berjanji akan terus menghancurkan Hamas meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah diberlakukan setahun lalu. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Serangan Udara Israel Tewaskan Komandan Senior Hamas di Gaza Utara