Kualitas Udara Memburuk, Siswa di Subi–Pulau Panjang Natuna Belajar dari Rumah

Gunung Ranai di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau ditutup kabut asap pada Jumat, 21 Agustus 2026. ANTARA/Muhamad Nurman

Kualitas Udara Memburuk, Siswa di Subi–Pulau Panjang Natuna Belajar dari Rumah

Silvana Febiari • 3 September 2026 23:58

Natuna: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menerapkan kebijakan belajar dari rumah (BDR) bagi siswa di Kecamatan Subi dan Pulau Panjang. Langkah ini dilakukan untuk antisipasi dampak kualitas udara yang memburuk dan berpotensi mengganggu pernapasan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna Umar Wirahadi mengatakan kebijakan tersebut diberlakukan setelah adanya laporan indeks kualitas udara di Kecamatan Subi dan Pulau Panjang telah berada pada kategori berbahaya sejak Rabu, 2 September 2026. 

"Pelaksanaan proses belajar-mengajar secara tatap muka di satuan pendidikan terdampak dihentikan sementara dan dialihkan ke BDR," ucap Umar, dilansir dari Antara, Kamis, 3 September 2026. 


Buruknya kualitas udara di wilayah tersebut disebabkan oleh kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan.

Penghentian pembelajaran tatap muka berlaku mulai 3-5 September 2026. Kebijakan ini mencakup satuan pendidikan jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP).

Satuan pendidikan di wilayah terdampak telah diminta menyusun skema pembelajaran dari rumah. Tujuannya agar kegiatan belajar siswa tetap berlangsung selama kebijakan tersebut diterapkan.


Ilustrasi orang menggunakan masker. Foto: Magnific


Menurut dia, pelaksanaan BDR dapat diperpanjang apabila kondisi kualitas udara belum membaik. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan perkembangan laporan indeks kualitas udara dan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.

Pemkab Natuna berharap proses pembelajaran tetap berjalan selama kondisi udara belum normal. Keselamatan dan kesehatan peserta didik tetap menjadi prioritas.

"Selain kedua kecamatan itu, dua kecamatan lainnya, meliputi Serasan dan Serasan Timur telah lebih dulu melaksanakan BDR," ujar dia.

(Silvana Febiari)