Kasus Guru Diduga Cabuli Murid SD di Tanjungbalai, 5 Saksi Diperiksa

Penggerebekan pasutri terduga pelaku cabul di Tanjungbalai, Sumatra Utara. (tangkapan layar/Metro TV)

Kasus Guru Diduga Cabuli Murid SD di Tanjungbalai, 5 Saksi Diperiksa

Metro TV • 23 July 2026 17:44

Tanjungbalai: Ratusan warga menggeruduk sebuah rumah di kawasan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sumatra Utara, pada Rabu malam, 22 Juli 2026. Aksi massa dipicu dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh pasangan suami istri (pasutri) terhadap seorang murid Sekolah Dasar (SD).

Kemarahan warga diduga mencuat akibat lambatnya penanganan pihak kepolisian. Ibu sambung korban diketahui telah melaporkan kasus dugaan pencabulan ini ke Polres Tanjungbalai pada 19 Mei 2026. Sementara itu, sang istri yang berstatus sebagai guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu masih aktif mengajar di sekolah.


Penggerebekan pasutri terduga pelaku cabul di Tanjungbalai, Sumatra Utara. (tangkapan layar/Metro TV)

Aparat kepolisian yang tiba di lokasi sempat kewalahan mengamankan pasutri tersebut. Keduanya bahkan nyaris dihakimi warga sebelum akhirnya dievakuasi ke Polres Tanjungbalai.

Kasus ini terbongkar setelah korban yang masih berusia 12 tahun menceritakan kejadian pahit yang dialaminya kepada sang wali kelas.

"Terlapor A sudah diamankan di Polres Tanjungbalai," tegas Kasubsi Humas Polres Tanjungbalai, Ipda Ruslan, Kamis, 23 Juli 2026.

Ruslan mengungkapkan, pihaknya telah memeriksa lima saksi, yakni dua orang dari pihak keluarga korban, dua saksi terlapor, serta seorang saksi ahli psikologi.

Lebih lanjut, Ruslan menuturkan peristiwa dugaan pencabulan terjadi pada 4 Mei 2026. Saat itu, terlapor A meminjamkan gawai kepada korban. Saat korban lengah karena fokus bermain gawai, terlapor melancarkan aksi bejatnya dengan membuka celana korban.

"Mendengar hal tersebut, pelapor dengan status ibu sambung korban merasa keberatan dan langsung membuat laporan ke Polres Tanjungbalai pada 19 Mei 2026," jelasnya.

Saat ini, kata Ruslan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua terlapor.

Wali Kota Minta Masyarakat Percaya kepada Penegak Hukum

Di sisi lain, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyuridin Salim, turut menyoroti kasus dugaan cabul dan sodomi ini. Ia menyempatkan diri menemui para terlapor. Menurutnya, kondisi guru perempuan yang berstatus sebagai terlapor saat ini mengalami trauma berat.

"Istri terlapor ini adalah guru PPPK paruh waktu. Kami pastikan psikologisnya sedang trauma, takut kembali ke rumah dan mengajar di sekolah karena khawatir," jelas Mahyuridin.

Guru dan suaminya diduga pelaku cabul terhadap murid di Tanjungbalai. (Metro TV)

Ia menegaskan, kehadirannya bertujuan untuk memastikan kondusivitas di tengah masyarakat. Mahyuridin juga mengimbau warga agar menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.

"Mari berikan kepercayaan kepada penegak hukum," pinta Wali Kota. (Metro TV/Ferry Irawan)

(Lukman Diah Sari)