Keluarga korban YTR menerima uang bantuan dari Gubernur Jawa Barat dan Polda Jawa Barat. Metrotvnews.com/ P Aditya Prakasa.
Pemprov Jabar Siapkan Rp1 Miliar untuk Pengobatan YTR
P Aditya Prakasa • 26 June 2026 19:37
Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh kebutuhan pengobatan korban penyekapan dan penganiayaan berinisial YTR akan ditanggung hingga proses pemulihan selesai. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, berdasarkan perhitungan sementara, pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk memenuhi kebutuhan perawatan.
"Pihak keluarga juga akan berhenti bekerja karena harus fokus mengurus korban. Kemudian dari situ, Pemda Provinsi Jawa Barat sudah memutuskan bahwa terhadap korban dijamin seluruh pelayanan kesehatannya sampai sembuh. Berdasarkan catatan keuangan yang saya miliki hari ini, maka dibutuhkan dalam dua minggu ini sebesar Rp1 miliar rupiah. Dan kami menyiapkannya," kata Dedi saat konferensi pers di Mapolda Jawa Barat, Jumat, 26 Juni 2026.
Selain memastikan dukungan terhadap korban, Dedi juga mengumumkan bahwa hadiah sayembara senilai Rp250 juta yang sebelumnya dijanjikan akan diberikan kepada keluarga korban. Keputusan itu diambil setelah tersangka ditangkap oleh jajaran Polda Jawa Barat.
Menurut Dedi, secara teknis pihak yang berhasil menangkap tersangka adalah Polda Jawa Barat. Namun, atas pertimbangan kemanusiaan, hadiah tersebut dialihkan untuk membantu keluarga korban.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. MI
"Karena yang melakukan penangkapannya adalah Polda Jabar, maka pemenang sayembaranya adalah Polda Jabar. Dan Pak Kapolda telepon saya, 'Kan tidak mungkin Polda Jabar menerima sayembara.' Sehingga meminta pada saya, 'Sudah, nanti kita serahkan pada keluarga korban untuk bekal masa depannya," ungkap Dedi.
Ia juga menilai pengumuman sayembara tersebut memberikan dampak psikologis terhadap tersangka selama dalam pelarian. Menurutnya, kondisi itu ikut memengaruhi pergerakan tersangka hingga akhirnya berhasil diamankan aparat di sebuah rumah di Kompleks Griya Pesona, Ciparay, Kabupaten Bandung.
"Sayembara ini memiliki efek psikologis terhadap tersangka. Yaitu dia pergi ke mana pun, merasa banyak orang yang mengawasi. Sehingga dia mengalami kebingungan. Karena mengalami kebingungan, maka dia balik lagi ke Bandung," ujar Dedi.
Dedi menambahkan, masyarakat yang ingin memberikan bantuan tetap dipersilakan. Namun, ia menegaskan bahwa kebutuhan pengobatan korban telah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sehingga bantuan masyarakat dapat difokuskan untuk mendukung kehidupan keluarga dan masa depan korban.
"Yang berdonasi dipersilakan untuk membantu kehidupan keluarganya dan masa depan korban. Yang kedua, terhadap keluarganya, sejak saya berkunjung sampai hari ini, kami pastikan berhenti bekerja, tetap merawat, terjamin kehidupannya. Dua hal itu sudah, sehingga keluarga korban dalam keadaan tenang. Minimal tenang tidak memikirkan kebutuhan-kebutuhan keseharian," kata dia.