BGN Pastikan Anggaran MBG Tak Hentikan Program Pemerintah Lainnya

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. Foto: dok. Humas BGN.

BGN Pastikan Anggaran MBG Tak Hentikan Program Pemerintah Lainnya

Gabriella Thesa Widiari • 31 July 2026 23:04

Jakarta: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan, anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak lantas menggentikan program pemerintah lainnya. Menurutnya, seluruh program pemerintah tetap berjalan.

"Ini seolah-olah MBG ini menghabiskan anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang. Padahal, program-program lain tetap dikerjakan," ujar Sudaryono, dilansir dari Antara, Jumat, 31 Juli 2026.

Ia menegaskan, berbagai program pembangunan tetap berjalan secara bersamaan di berbagai sektor seperti pertanian. Menurutnya, sebelum program MBG berjalan, persoalan ketersediaan pupuk juga telah menjadi perhatian.

Hal serupa, kata dia, juga terjadi di sektor pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi. Pemerintah tetap mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki infrastruktur pertanian tersebut, meskipun program MBG membutuhkan anggaran yang besar.

"Sudah ada anggaran yang dipakai untuk MBG, kemudian pupuk dicukupi, harganya didiskon. Dulu tidak ada MBG, banyak jaringan irigasi yang rusak. Sekarang ada MBG, tetap ada revitalisasi irigasi," kata Sudaryono.

Ia juga menyoroti perbaikan infrastruktur pendidikan. Sudaryono mengatakan, kerusakan sekolah yang terjadi saat ini bukan disebabkan oleh adanya program MBG.

Menurutnya, sekolah yang rusak telah menjadi persoalan yang ada sejak sebelum program MBG dilaksanakan. Namun, pemerintah kini secara bertahap melakukan perbaikan.

"Yang sekolah rusak itu dulu ke mana? Dulu tidak ada MBG, mestinya sekolah sudah bagus semua. Kan tidak. Sekarang ada MBG, sekolahnya juga diperbaiki pemerintah," kata Sudaryono.


Seorang petugas menyiapkan MBG. Foto: dok. Humas BGN.

Ia menyebut, pemerintah menargetkan perbaikan sekolah dilakukan secara bertahap dalam jumlah besar. Selain itu, pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru, termasuk peningkatan pendapatan guru honorer.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG berjalan bersamaan dengan program pemerintah lainnya. Ia mengajak masyarakat untuk melihat kebijakan pemerintah secara utuh, dan tidak menyimpulkan bahwa alokasi anggaran untuk MBG otomatis mengorbankan sektor lain.

"MBG memang mengambil dana yang tidak kecil. Rencana tahun ini sekitar Rp268 triliun. Tetapi, yang lain-lain juga dikerjakan," kata Sudaryono.

(Gabriella Thesa Widiari)