Sejumlah petugas tengah mengecek data kesehatan di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumedang, Jawa Barat. ANTARA/Ilham Nugraha
Dinkes Sumedang Gencarkan Edukasi PHBS Cegah Lonjakan ISPA
Silvana Febiari • 12 May 2026 14:48
Sumedang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, melakukan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Upaya ini dilakukan sebagai langkah pencegahan pada masa peralihan musim.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumedang, Surdi Surdiana, mengatakan pihaknya terus memperkuat upaya pencegahan tersebut melalui edukasi penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat.
“ISPA sering meningkat pada kondisi cuaca tidak menentu, edukasi PHBS terus digencarkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menerapkan pola hidup sehat,” kata Surdi dilansir dari Antara, Selasa, 12 Mei 2026.
Baca Juga :
Langkah mitigasi tersebut dilakukan di 40 puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumedang. Upaya ini difokuskan pada edukasi perilaku kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi masa peralihan musim yang berpotensi meningkatkan kasus penyakit pernapasan.
Secara regional, Data Kementerian Kesehatan menyebut Jawa Barat memiliki sekitar 1,5 juta kasus dari 14 juta kasus ISPA dalam satu tahun terakhir di seluruh wilayah Indonesia. Kondisi tersebut dinilai penting untuk diatasi karena dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan, mulai dari batuk, pilek, hingga sesak napas, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Terlebih, paparan debu pada kondisi cuaca yang tidak stabil menjadi salah satu faktor yang dapat memperberat gangguan pernapasan dan memicu meningkatnya kasus ISPA. “Kondisi seringkali diperparah apalagi jika ditambah paparan debu di lingkungan,” jelasnya.

Ilustrasi ISPA. Foto: Medcom.id
Selain ISPA, Dinkes Sumedang juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit lain yang kerap muncul pada masa peralihan musim seperti diare dan influenza. Menurutnya, pencegahan dapat dilakukan dengan langkah sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
“Jika mengalami gejala sakit, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat agar bisa ditangani lebih cepat,” ungkapnya.
Dinkes Sumedang berharap langkah mitigasi ini dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Dengan demikian, potensi peningkatan kasus ISPA di masa peralihan musim dapat ditekan.