Dugaan Markup Sepatu Sekolah Rakyat, Kemensos Targetkan Investigasi Rampung Bulan Depan

Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf. Foto: ANTARA

Dugaan Markup Sepatu Sekolah Rakyat, Kemensos Targetkan Investigasi Rampung Bulan Depan

Gabriella Thesa Widiari • 18 May 2026 10:59

Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) menginvestigasi dugaan penggelembungan harga atau markup pengadaan sepatu siswa Sekolah Rakyat. Insepktorat Jenderal (Itjen) Kemensos menargetkan investigasi rampung dalam tiga pekan.

"Target pendalaman ini paling lama tiga minggi, Insyaallah, awal bulan depan hasilnya sudah bisa disampaikan oleh Pak Irjen," ujar Menteri Sosial (Mensos) Syaifulla Yusuf, dilansir dari Antara, Senin, 18 Mei 2026.
 

Dia mengatakan, proses investigasi ini merupakan respons dari masukan masyarakat mengenai adanya pengadaan barang yang dinilai terlalu mahal. Sebagai langkah awal, Kemensos membebastugaskan dua pejabat Kemensos terkait yaitu Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Satker Sekretariat Jenderal  serta Kepala Subbagian Perlengkapan dan Barang Milik Negara.

Syaifullah menegaskan, investigasi mencakup evaluasi terhadap dua lini pengadaan, yakni program yang telah berjalan pada 2025 dan yang sedang berproses pada 2026. Dalam hal ini seluruh penanggung jawab pengadaan bersikap kooperatif juga menyatakan siap untuk diaudit.

"Nanti setelah ada laporan lengkap dari Pak Irjen, akan ada evaluasi dan hasil investigasi. Semuanya akan kita tindak lanjuti, apakah dengan sanksi internal atau kita teruskan ke aparat penegak hukum," ujarnya.


Ilustrasi sepatu. Foto: Freepik

Selain investigasi internal, Kemensos juga bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membenahi tata kelola pengadaan barang dan jasa ke depan, baik dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) maupun sistem perencanaan. Lembaga antirasuah memberikan sejumlah masukan.

"Saat ini kami mengevaluasi perencanaannya, baru kemudian dilanjutkan ke pengadaannya. Ini semua adalah bagian dari pencegahan dini dan bentuk apresiasi kami terhadap seluruh pendapat masyarakat," kata Syaifullah

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gabriella Thesa Widiari)