Ilustrasi tabungan dana pensiun. Foto: dok Pegadaian.
OJK Ungkap 4 Alasan Orang Menunda Siapkan Dana Pensiun
Andika Fauzan Azhari • 26 August 2026 15:18
Jakarta: Persiapan dana pensiun masih kerap ditunda masyarakat meski membutuhkan waktu panjang dan kebiasaan finansial yang konsisten. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai masa pensiun yang dianggap masih jauh membuat sebagian masyarakat lebih memilih memenuhi kebutuhan jangka pendek.
OJK mengidentifikasi empat faktor yang membuat masyarakat menunda persiapan dana pensiun. Faktor tersebut berkaitan dengan persepsi waktu, prioritas pengeluaran, pemahaman finansial, hingga keraguan dalam menentukan langkah awal.
1. Menganggap masa pensiun masih lama
Sebagian masyarakat menilai masa pensiun masih terlalu jauh sehingga persiapannya belum menjadi prioritas. Kondisi tersebut membuat kebutuhan dan target keuangan saat ini lebih diutamakan.Padahal, persiapan dana pensiun membutuhkan waktu yang panjang. Memulainya lebih awal dapat memberikan waktu lebih panjang untuk membangun dana secara bertahap sesuai kemampuan.
2. Fokus pada kebutuhan jangka pendek
Kebutuhan sehari-hari juga menjadi salah satu alasan masyarakat menunda persiapan dana pensiun. Penghasilan harus dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, seperti biaya hidup, cicilan, pendidikan, hingga modal usaha.Dengan banyaknya kebutuhan tersebut, dana untuk persiapan masa pensiun sering kali belum masuk dalam prioritas keuangan.
Baca Juga :
Kemenpora Siapkan Skema Dana Pensiun Atlet
(Ilustrasi dana pensiunan. Foto: dok MI/Ramdani)
3. Bingung menentukan besaran dana
Sebagian masyarakat juga belum memahami berapa dana yang perlu disiapkan untuk masa pensiun. Kebingungan tersebut dapat membuat seseorang menunda keputusan karena belum mengetahui langkah yang sesuai dengan kondisi keuangannya.Pemahaman mengenai perencanaan keuangan menjadi penting agar masyarakat dapat menentukan alokasi dana sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
4. Tidak mengetahui langkah awal
Ketidaktahuan mengenai cara memulai juga dapat membuat persiapan dana pensiun tertunda. Masyarakat dapat merasa ragu dalam menentukan instrumen keuangan atau investasi yang sesuai.Kondisi tersebut pada akhirnya membuat sebagian orang tidak memiliki perencanaan yang jelas untuk menghadapi masa pensiun.
Konsistensi lebih penting daripada nominal
OJK menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan agar masyarakat dapat menyusun perencanaan sesuai kondisi finansial masing-masing.
Persiapan dana pensiun tidak harus dimulai dengan nominal besar. Masyarakat dapat membangun kebiasaan dengan menyisihkan sebagian dana secara rutin dan konsisten sesuai kemampuan.
Persiapan dana pensiun pada akhirnya bukan hanya soal seberapa besar dana yang disisihkan, tetapi juga konsistensi dalam menjalankan perencanaan. Kebiasaan finansial yang dibangun sejak dini dapat membantu mempersiapkan kebutuhan pada masa pensiun.