Hampir 20.000 Orang Mengungsi akibat Pertempuran di Blue Nile Sudan

Hampir 20.000 orang mengungsi akibat pertempuran di Blue Nile, Sudan. (Anadolu Agency)

Hampir 20.000 Orang Mengungsi akibat Pertempuran di Blue Nile Sudan

Willy Haryono • 30 August 2026 20:02

Damazin: Hampir 20.000 orang mengungsi di negara bagian Blue Nile, Sudan, akibat memburuknya kondisi keamanan serta meningkatnya risiko terhadap warga sipil di tengah pertempuran yang masih berkecamuk.

Kelompok bantuan lokal Geissan Emergency Room mengatakan pada Minggu, 30 Agustus 2026, bahwa wilayah City 12 di Distrik Geissan mengalami gelombang pengungsian baru yang melibatkan warga setempat dan pengungsi yang sebelumnya tinggal di tempat penampungan.

"Jumlah pengungsi mendekati 20.000 orang, termasuk keluarga, anak-anak, perempuan, dan lanjut usia," kata kelompok tersebut, dikutip dari Anadolu Agency.

Para pengungsi tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Shira, Abu Qami, dan Al-Hilla Al-Qadima. Sebagian lainnya bergerak ke Distrik Wad Al-Mahi di sebelah timur, sementara kelompok lain menuju tempat penampungan di Kota Damazin.

Geissan Emergency Room mengatakan keluarga pengungsi menghadapi kondisi kemanusiaan yang buruk akibat kekurangan bahan tempat tinggal dan kebutuhan dasar.

Kelompok tersebut mendesak organisasi kemanusiaan dan bantuan, serta lembaga lokal maupun internasional, segera turun tangan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi dan mengurangi dampak kemanusiaan serta kesehatan.

Pertempuran di Blue Nile Meningkat

Eksodus warga terjadi setelah pertempuran di Blue Nile meningkat dalam dua hari terakhir menyusul serangan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) bersama sekutunya, Sudan People's Liberation Movement-North (SPLM-N), di sejumlah wilayah.

Jumat lalu, RSF mengklaim telah menguasai pangkalan militer Bakori dan Sirkam di sebelah tenggara Damazin, ibu kota Blue Nile. Militer Sudan belum memberikan konfirmasi independen mengenai klaim tersebut.

Selain Blue Nile dan Darfur, pertempuran antara militer Sudan dan RSF juga berlangsung di tiga negara bagian Kordofan, yakni North Kordofan, West Kordofan, dan South Kordofan.

Konflik antara militer Sudan dan RSF telah berlangsung sejak April 2023. Menurut perkiraan PBB dan lembaga internasional, perang tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan sekitar 13 juta orang mengungsi.

Baca juga:  Militer Sudan Kerahkan Brigade Elite ke Blue Nile untuk Hadapi RSF

(Willy Haryono)