Maruarar: Renovasi Rumah Tak Layak Huni di Menteng Tenggulun Rampung Juni

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) memberi keterangan kepada awak media usai meninjau progres renovasi rumah dan revitalisasi kawasan kumuh di Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026). ANTARA/Harianto

Maruarar: Renovasi Rumah Tak Layak Huni di Menteng Tenggulun Rampung Juni

Siti Yona Hukmana • 24 April 2026 17:54

Jakarta: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) memastikan renovasi rumah tak layak huni di Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan, rampung pertengahan Juni 2026. Pengerjaan renovasi rumah itu dilakukan melalui kolaborasi gotong royong.

"Target selesai renovasi rumah tak layak huni di Menteng Tenggulun ini 15 Juni (2026)," kata Menteri PKP ditemui saat meninjau progres renovasi rumah dan revitalisasi kawasan kumuh di Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan, dilansir Antara, Jumat, 24 April 2026.

Dalam kunjungan tersebut, ia menyebut kawasan yang sebelumnya tergolong kumuh kini mulai bertransformasi menjadi kampung gotong royong melalui perbaikan hunian dan lingkungan secara bersama oleh berbagai pihak. Sebanyak 152 rumah menjadi target renovasi dalam program itu dengan pendekatan gotong royong yang mencakup pembiayaan, pelaksanaan, hingga pengelolaan kawasan secara kolektif tanpa bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Maruarar menegaskan seluruh proses pembangunan dilakukan secara terpadu, termasuk perbaikan tempat ibadah, jalan lingkungan, jembatan, sanitasi, serta fasilitas pendukung lainnya bagi masyarakat setempat. Ia memastikan seluruh renovasi rumah ditargetkan rampung pada pertengahan Juni, dengan progres pekerjaan yang terus dipantau secara detail berdasarkan jumlah unit rumah yang telah selesai dan sedang dikerjakan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) meninjau progres renovasi rumah dan revitalisasi kawasan kumuh di Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026). ANTARA/Harianto

Menurutnya, pelaporan progres harus menggunakan data konkret, agar perkembangan pembangunan dapat terukur dengan jelas dan memudahkan pengawasan terhadap target penyelesaian proyek di lapangan. Selain pembangunan fisik, program ini menekankan pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan usaha mikro agar warga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Kolaborasi program melibatkan berbagai pihak seperti arsitek, perbankan, termasuk TNI AL, serta unsur lainnya yang berkontribusi dalam pembangunan dan pendampingan masyarakat secara terpadu di kawasan tersebut.

Maruarar menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan, tetapi kemampuan masyarakat menjaga hasil penataan agar kawasan tetap tertib, bersih, dan tidak kembali kumuh. Ia optimistis program tersebut dapat menjadi percontohan nasional dalam penataan kawasan kumuh berbasis gotong royong yang selanjutnya akan diperluas ke berbagai kota besar di Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)