Antisipasi Krisis Global, Jakarta Percepat Impor 7.500 Ekor Sapi

Ilustrasi sapi. Foto: Istimewa.

Antisipasi Krisis Global, Jakarta Percepat Impor 7.500 Ekor Sapi

Naufal Zuhdi • 6 May 2026 19:16

Jakarta: Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengungkapkan pihaknya tengah melakukan langkah agresif dengan mempercepat pengadaan 7.500 ekor sapi impor dari Australia. Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi terhadap potensi kendala distribusi global.

“Yang menjadi kekhawatiran, khususnya untuk komunitas daging impor, adalah potensi kelangkaan bahan baku. Tantangan utamanya saat ini lebih kepada ketersediaan kapal, kemungkinan kelangkaan bahan bakar, serta negara asal yang mulai menahan stok untuk kebutuhan mereka sendiri,” kata Raditya dalam keterangannya, dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 6 Mei 2026.
 


Raditya menjelaskan bahwa saat ini situasi pasar masih relatif kondusif, sehingga Dharma Jaya meningkatkan kuota pembelian bulanan dari 500 ekor menjadi 1.000 ekor. 

Targetnya, seluruh pengadaan 7.500 ekor sapi dapat diselesaikan pada Juni atau Juli mendatang, meskipun harus bersaing ketat dengan vendor lain untuk mendapatkan jadwal pengiriman ke Indonesia.

“Karena situasinya masih relatif mild, kami sedang agresif melakukan pembelian stok. Jika sebelumnya kami merencanakan pembelian 500 ekor, bulan depan langsung kami tingkatkan menjadi 1.000 ekor,” ujarnya.


Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman. Foto: Dok. Istimewa.

Lebih lanjut, Raditya memaparkan bahwa pengiriman dilakukan secara bertahap karena keterbatasan slot kapal. Selain fokus pada stok impor, Dharma Jaya juga mulai mengintensifkan kemitraan dengan daerah penghasil sapi lokal sebagai strategi diversifikasi sumber pangan agar tidak hanya bergantung pada pasar mancanegara.

“Target saya sebenarnya seluruh pengadaan 7.500 ekor bisa selesai pada Juni atau Juli. Namun, pengiriman tidak bisa dilakukan sekaligus karena slot kapal dipakai banyak vendor. Jadi memang harus bersaing untuk mendapatkan jadwal pengiriman ke Indonesia,” jelas Raditya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan dukungannya terhadap percepatan ini. Pramono telah menyetujui penambahan kuota impor tersebut guna memastikan stok daging sudah tersedia di Jakarta sebelum terjadi gangguan distribusi di tingkat global.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)