DKI Jakarta/Ilustrasi Medcom.id
Bonus Demografi, Jakarta Siap Panen Generasi Emas
Farhan Zhuhri • 6 May 2026 18:58
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan momentum bonus demografi masih berlangsung. Hal itu, menjadi modal besar bagi pembangunan kota.
Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, jumlah penduduk Jakarta mencapai 10,72 juta jiwa dengan struktur usia yang didominasi kelompok produktif.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim menyebut komposisi penduduk tersebut menjadi sinyal kuat, bahwa Jakarta berada pada fase puncak bonus demografi. Kondisi ini dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing kota.
“Dominasi generasi muda yang produktif, tingkat kesuburan yang terkendali, serta rasio ketergantungan yang rendah adalah modal emas bagi kita untuk membangun Jakarta yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing,” ujar Chico melalui keterangan tertulis, Rabu, 6 Mei 2026.
Baca Juga :
RW Kumuh di Jakarta Tersisa 211 Wilayah
Data SUPAS menunjukkan kelompok milenial (24,82%) dan Gen Z (24,12%) mendominasi struktur penduduk, disusul Gen X (21,85%) dan post Gen Z (17,78%). Sementara itu, rasio ketergantungan berada di angka 40,34, tergolong rendah dan membuka ruang besar bagi pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, indikator kesehatan dan kependudukan juga menunjukkan tren positif. Tingkat fertilitas total tercatat 1,79 anak per perempuan, angka kematian bayi 9,26 per 1.000 kelahiran hidup, serta angka kematian balita 10,73. Adapun prevalensi kontrasepsi mencapai 54,72% dan kemampuan berbahasa Indonesia hampir menyentuh 100%.

Balai Kota Jakarta. Foto: MI
Chico menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari intervensi kebijakan Pemprov DKI, terutama di sektor kesehatan dan keluarga berencana yang diperkuat hingga tingkat layanan dasar.
“Kami telah memperkuat program kesehatan reproduksi dan keluarga berencana di seluruh Puskesmas serta Posyandu, sehingga TFR berhasil ditekan ke level 1,79. Program imunisasi dan gizi balita juga terus digencarkan, berkontribusi pada penurunan angka kematian bayi dan balita,” katanya.
Selain itu, Pemprov juga mulai merespons dinamika demografi dengan memperluas layanan bagi kelompok lansia serta menyiapkan ekosistem bagi generasi muda agar tetap produktif di dalam kota.
“Saat ini, kami sedang mempercepat Jakarta Ramah Lansia dengan memperluas layanan kesehatan lansia terintegrasi dan menciptakan lingkungan yang age-friendly. Bagi generasi muda, melalui Program Jakarta Bangkit kami telah meluncurkan pelatihan vokasi, inkubasi startup, dan ekosistem kreatif bagi Gen Z dan Milenial,” ujarnya.
Ke depan, Pemprov DKI akan memfokuskan kebijakan pada tiga pilar utama, yakni penguatan kualitas generasi muda, perlindungan kelompok rentan, serta pengelolaan kependudukan dan migrasi yang lebih terencana.
“Kami akan fokus pada tiga pilar utama yakni pemberdayaan generasi muda melalui pendidikan berkualitas dan pengembangan talenta, perlindungan kelompok rentan dengan aksesibilitas disabilitas dan jaminan sosial yang lebih baik bagi lansia,” bebernya.
“Pengelolaan kependudukan dan migrasi yang terencana agar Jakarta tetap nyaman dan produktif,” jelasnya.
Chico menambahkan, data kependudukan akan terus menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan Jakarta ke depan agar manfaat bonus demografi dapat dirasakan secara merata.
“Gubernur Pramono Anung selalu menekankan bahwa data adalah fondasi kebijakan. Kami berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai kota yang siap memanfaatkan bonus demografi ini demi kesejahteraan seluruh warga,” pungkasnya.