Pemkot Jaktim Kerahkan 177 Petugas Cek Kesehatan Hewan Kurban

Pelepasan petugas pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Lobby Blok A Kantor Wali Kota Jakarta Timur. Foto: Antara.

Pemkot Jaktim Kerahkan 177 Petugas Cek Kesehatan Hewan Kurban

Anggi Tondi Martaon • 26 May 2026 11:20

Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) mengerahkan ratusan petugas memantau hewan kurban. Mereka ditugaskan memantau kesehatan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah.

"Saya baru saja kemarin mewakili Pak Wali Kota untuk melepas petugas pemeriksa hewan kurban yang jumlahnya sebanyak 177 orang," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jaktim, Fauzi di Jakarta, Selasa.

Ratusan petugas yang diterjunkan itu terdiri dari dokter hewan, pemeriksa hewan, serta petugas kesehatan lainnya. Mereka berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Para petugas tersebut disebar di 10 kecamatan setempat untuk memastikan hewan kurban yang dipotong dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

Setiap petugas pemeriksa hewan kurban diberikan tanda pengenal. Mereka juga dilengkapi baju serta pisau untuk bertugas.

Fauzi menjelaskan para petugas itu nantinya bertugas di lebih dari 250 lokasi penyembelihan hewan kurban yang tersebar di wilayah Jakarta Timur. "Nah, mereka nanti akan bertugas di kurang lebih sekitar 250 lebih lokasi yang akan diselenggarakan penyembelihan hewan kurban di wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur," jelas Fauzi.

Menurut dia, keberadaan petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sehingga, hewan yang disembelih benar-benar sehat dan memenuhi syarat untuk dikonsumsi.

Selain memeriksa kondisi hewan kurban, petugas melakukan pengawasan terhadap lingkungan di sekitar lokasi penyembelihan. Hal itu dilakukan untuk memastikan proses kurban berjalan sesuai standar kesehatan dan kebersihan.

Ilustrasi pemeriksaan hewan kurban. Foto: Antara.

"Tugas mereka juga kemudian lingkungan sekitarnya yang akan jadi tempat pelaksanaan kurban itu, mereka ikut bertanggung jawab untuk memeriksa," ucap Fauzi.

Lebih lanjut, dia menilai kesadaran masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sehat terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dia menyebutkan masyarakat kini mulai memahami ciri-ciri hewan yang layak dijadikan kurban.

"Pengalaman pada tahun lalu, Alhamdulillah, berjalan lancar, ya, berjalan baik. Saya kira masyarakat pun sudah memiliki kesadaran yang cukup ketika dia membeli, memesan hewan kurban, mereka juga sudah paham nampaknya ketika akan memilih mana hewan yang sehat," ujar Fauzi.

Meski demikian, kehadiran petugas kesehatan hewan tetap dibutuhkan sebagai bentuk pengawasan guna memastikan hewan kurban benar-benar sehat dan aman dikonsumsi masyarakat. "Dan yang terlebih penting lagi, masyarakat ketika menerima daging kurban, mereka bisa merasakan bahwa ini adalah daging yang layak konsumsi," ungkap Fauzi.

Dia berharap pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Iduladha tahun ini dapat berjalan lancar, tertib, sehat, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat penerima daging kurban. 

(Anggi Tondi)