Tim SAR Gabungan saat melakukan evakuasi terhadap korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa, 19 Januari 2026. Metrotvnews.com/Muhammad Syawaluddin
Pencarian 8 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dilanjutkan hingga Area Air Terjun
Muhammad Syawaluddin • 21 January 2026 11:12
\Makassar: Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian terhadap delapan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu, 21 Januari 2026. Pencarian kali ini dilakukan di sekitar korban pertama hingga area air terjun.
"Tim gabungan akan melanjutkan pencarian di wilayah-wilayah sekitar temuan korban (pertama) dan pesawat," kata Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu, 21 Januari 2026.

Jenazah korban pertama jatuhnya pesawat ATR 42-500 saat tiba di Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu, 21 Januari 2026.
Pencarian terhadap korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dilanjutkan dengan membagi sejumlah tim, dengan tugas masing-masing. Dia mengungkap sebanyak 37 personel melakukan penyisiran kembali di area penemuan korban pertama, di jurang sekitar Lampeso.
Kemudian sebanyak empat tim Search Rescue Unit (SRU) melakukan penyisiran di sekitar lokasi ditemukannya ekor pesawat hingga air terjun, tempat ditemukan bagian mesin pesawat.
"SRU 1 dengan kekuatan 50 personel, SRU 2 menyisir area ditemukannya ekor pesawat sebanyak 28 personel, SRU 3 dari posko menuju Puncak Gunung Bulusaraung membawa peralatan vertikal dengan 75 personel. SRU 4 dengan 40 personel menyisir area air terjun, tempat ditemukannya bagian mesin pesawat," jelas dia.
Sementara korban pertama -disebut paket 1- dievakuasi dengan helikopter setelah sampai di Dusun Lampeso, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Jenazah korban tiba pagi tadi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Hingga kini, petugas telah mengevakuasi dua jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung. Korban yang ditemukan terdiri atas satu laki-laki dan satu perempuan. Petugas pun telah mengumpulkan data postmortem korban. Serta, data antemortem pun telah dikumpulkan dari 10 keluarga korban.
Berdasarkan data manifes maskapai Indonesia Air Transport, pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026, membawa tujuh kru dan tiga penumpang.