Pelatihan praktik penyembelihan hewan sesuai syar'i yang digelar oleh MUI Karawang. (ANTARA/Ali Khumaini)
MUI Karawang Latih 120 Juru Sembelih Halal Hewan Kurban
Silvana Febiari • 21 May 2026 00:20
Karawang: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat melatih 120 juru sembelih halal hewan kurban agar sesuai dengan syariat Islam. Para peserta terdiri atas perwakilan pengurus MUI kecamatan, pengurus MUI kabupaten, perwakilan KUA kecamatan dan pengasuh pondok pesantren.
"Ada sekitar 120 peserta yang mengikuti pelatihan ini," kata Ketua Ketua MUI Karawang KH. Tajuddin Nur, usai Pelatihan Kader Juru Sembelih Halal, dilansir dari Antara, Rabu, 20 Mei 2026.
Pelatihan Kader Juru Sembelih Halal merupakan bagian dari program Pendidikan Kader Ulama yang digulirkan oleh MUI. Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya penyembelihan hewan secara baik dan sesuai syariat Islam.
Contohnya, pisau harus tajam dan saluran penting seperti urat makan, urat napas, serta pembuluh darah harus terputus saat disembelih. Para peserta juga diingatkan agar tidak menyiksa dan memperlakukan hewan kurban dengan baik saat melakukan proses penyembelihan.
Kiai Tajuddin mengaku miris atas fenomena penyembelihan hewan kurban yang ternyata masih ada yang tidak sesuai syar'i, sebagaimana video-video yang ditampilkan oleh seorang narasumber pelatihan, Ustadz Nanang Hanani, Pembina Dewan Pimpinan Daerah Juru Sembelih Halal (Juleha) Karawang yang juga Ketua Lembaga Sembelih Halal Hidayatullah.
"Jadi kami berharap, melalui pelatihan ini penyembelihan hewan kurban saat Iduladha nanti bisa benar-benar sesuai dengan syar'i," ungkapnya.

Ilustrasi hewan kurban. Foto: Dok. Istimewa.
Ketua Panitia Pelatihan Kader Juru Sembelih Halal MUI Karawang, Puji Isyanto, menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan ini. Ia menyampaikan, pelatihan ini meliputi teori fikih penyembelihan hingga praktik langsung, mulai dari cara mengikat, merobohkan hingga teknik menyembelih hewan sesuai syariat.
"Dalam pelatihan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan teori. Tapi juga bisa melihat langsung praktik penyembelihan sapi dan kambing sesuai syar,'i. Termasuk menyaksikan langsung praktik penyembelihan ayam," ujarnya.
Selain untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai penyembelihan sesuai syar’i, Puji berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal pembentukan Satgas Halal di setiap kecamatan. Satgas tersebut nantinya diharapkan dapat memantau proses penyembelihan hewan, termasuk di rumah pemotongan hewan.
"Ini penting, karena dengan adanya Satgas Halal, maka kehalalan hewan sembelihan untuk konsumsi maupun perdagangan bisa lebih terjamin," imbuhnya.