Saling Tuding PDIP vs Golkar soal Lifting Migas Klaim Bahlil

Anggota Komisi XII DPR dari fraksi PDIP Cornelis. Foto: Tangkapan layar.

Saling Tuding PDIP vs Golkar soal Lifting Migas Klaim Bahlil

M Sholahadhin Azhar • 11 February 2026 16:27

Jakarta: Legislator PDIP dan Golkar terlibat saling tuding dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi XII DPR dengan SKK Migas. Anggota Komisi XII dari PDIP Cornelis menuding Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengeklaim soal lifting minyak dan gas (migas).

Awalnya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto membeberkan soal kenaikan lifting migas pada 2025. Djoko mengatakan kenaikan ini merupakan hal maju, setelah lama tak terjadi.

Cornelis kemudian mengungkap kebingungan terkait lifting migas ini. Menurut Cornelis, ada perbedaan fakta dan data antara SKK Migas dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

"Menkeu Purbaya bilang lifting (migas) itu bisa naik kalau ada penambahan sumur baru. Nah, ini apakah ada penelitian sumur baru?" tanya Cornelis di Ruang Rapat Komisi XII, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.
 


Cornelis menuding Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, sebagai atasan SKK Migas, bermain kata-kata terkait lifting ini. Sehingga, Cornelis mengaku kebingungan, harus mempercayai penjelasan Purbaya atau Bahlil.

"Antara Menkeu dan Menteri ESDM ini kelihatannya Menteri ESDM hanya permainan kata-kata, permainan istilah. Jadi kalau kami lihatnya, atau dengarnya, cermatinya, analisisnya, masuk dalam otak kami yang bukan teknis ini, seolah-olah Menteri ESDM ini ya ada bohong-bohong sikit lah, atau tipu-tipu dikit," kata Cornelis.

Cornelis ingin ada penjelasan lebih lanjut terkait hal ini. Adapun anggota Komisi XII dari Golkar Alfons Manibui merespons pernyataan Cornelis, setelah dipersilakan Ketua Komisi XII Bambang Patijaya.

Alfons mengatakan seluruh pihak harus cukup objektif melihat kenaikan lifting tersebut. Menurut Alfons, kenaikan lifting migas pada 2025, merupakan momentum.

"Sebagai sebuah titik di mana kita mampu untuk bergerak kembali naik, dan ini harusnya menjadi sesuatu yang kita syukuri, kita apresiasi, baik kepada Pak Kepala SKK Migas dan jajaran. Sehingga, jadi bagian dari pencapaiannya Menteri ESDM dan kawan-kawan," kata Alfons.

Menurut dia, lifting migas menunjukkan penurunan selama sembilan tahun terakhir. Sehingga, kenaikan lifting pada 2025 patut disyukuri.

"Sekarang kita naik kelas ya kita harus katakan naik kelas," ujar Alfons.

Alfons menegaskan tak bijak menyebut Menteri ESDM Bahlil tipu-tipu. Sebab, data yang dibeberkan sesuai.

"Kurang pas juga kalau kita bilang ada Bapak kita yang mungkin perkataannya kurang pas, saya pikir tidak begitu. Semua kan disajikan dan ditampilkan dengan angka-angka, memang sejalan kok," kata Alfons.


Anggota Komisi XII DPR dari fraksi Golkar Alfons Manibui. Foto: Tangkapan layar.

Alfons mengeklaim dirinya tak dalam posisi membela Menteri ESDM maupun SKK Migas. Namun, mengajak seluruh pihak untuk melihat secara objektif.

"Bahwa memang betul ini momentum untuk meyakinkan kita semua bahwa kita mampu untuk meningkatkan lifting, bagian dari tugasnya pak menteri dan kawan kawan SKK tapi juga menjadi tanggung jawab kita ikut awasi untuk membantu, mendorong. Sehingga apa yang menjadi capaian kita itu berhasil," kata Alfons.

Menteri Purbaya menyebut lifting migas berpotensi turun jika tak mencari titik baru eksplorasi. Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menyebut lifting migas nasional meningkat, mencapai 605 ribu barel per hari.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)