Pramono Gelar Rapat Khusus Bahas JPO Tendean Pekan Depan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Arbida.

Pramono Gelar Rapat Khusus Bahas JPO Tendean Pekan Depan

Anggi Tondi Martaon • 16 July 2026 17:32

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menggelar rapat khusus pada pekan depan. Rapat tersebut membahas percepatan pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean yang rusak setelah tertabrak truk crane atau truk pengangkut alat berat.

"Yang untuk JPO Tendean, karena peristiwanya kan baru kemarin terjadi. Dan saya sudah minta untuk diagendakan minggu depan ini rapat khusus mengenai JPO Tendean," kata Pramono dikutip dari Antara, Kamis, 16 Juli 2026.

Rapat tersebut difokuskan pada penentuan skema pembangunan agar proses perbaikan JPO tidak memakan waktu lama. Sebab, keberadaan fasilitas tersebut sangat penting karena berada di kawasan strategis dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Menurutnya, jika pembangunan hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), prosesnya akan memakan waktu cukup lama. "Kalau melalui anggaran, butuh waktu lama sekali. Karena untuk APBD tidak mungkin. Harus di APBD Perubahan. Menurut saya juga akan lama," ujar Pramono.

Selain itu, rapat tersebut membahas alternatif pembiayaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Pemerintah juga membuka peluang kerja sama strategis dengan perusahaan swasta melalui berbagai skema.

"Melalui forum CSR, atau melakukan strategic partnership (mitra strategis) dengan salah satu perusahaan yang kemudian naming rights (hak penamaan) akan mereka gunakan," ucap Pramono.

Lebih lanjut, Pramono juga menyebut opsi lain yang akan dikaji yaitu pemanfaatan mekanisme Koefisien Lantai Bangunan (KLB) maupun Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lahan atau Lokasi (SP3L). "Jadi pada prinsipnya, tidak boleh terlalu lama untuk tidak dibangun karena tempat itu merupakan tempat yang strategis," kata Pramono.

Terkait kemungkinan langkah hukum terhadap perusahaan pemilik truk crane yang diduga menjadi penyebab kerusakan JPO, Pramono mengatakan akan dibahas dalam rapat khusus tersebut. "Pertanyaan kemarin mengenai apakah kita akan menuntut kepada perusahaan ataupun, dalam rapat nanti akan saya putuskan," ujar Pramono.

Kondisi JPO Tendean yang ditabrak truk pembawa crane. Foto: Antara.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Bina Marga membongkar JPO Tendean, Mampang. Hal itu dilakukan karena fasilitas tersebut ditabrak truk pengangkut alat berat.

"Penanganan kami dari Bina Marga yang pertama kita akan membongkar JPO ini," kata Kepala Sudin Bina Marga Jaksel Rifki Rismal.

Rifki mengatakan pembongkaran itu dilakukan mengingat tiang penyangga JPO sudah lepas sebagian. Pembongkaran juga harus dilakukan seluruhnya karena tidak memiliki penunjang di tengah.

Dalam penanganannya, pihak Pemkot Jaksel memangkas atap JPO lalu melepas gelagarnya.

(Anggi Tondi)