Tanggul Lumpur Lapindo di Siring dan Gempolsari Kritis, Jalur KA dan Jalan Nasional Terancam

Titik rembesan air di titik semburan lumpur Lapindo, Sidoarjo. MI

Tanggul Lumpur Lapindo di Siring dan Gempolsari Kritis, Jalur KA dan Jalan Nasional Terancam

Heri Susetyo • 15 June 2026 14:06

Sidoarjo: Kondisi tanggul penahan lumpur Lapindo di titik 71, Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, dilaporkan dalam status kritis. Ketinggian volume lumpur dan air telah melampaui tinggi tanggul yang mencapai 15 meter.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini akan mengancam jalur kereta api dan jalan nasional. 
Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) kini harus bekerja ekstra keras untuk mengantisipasi potensi luberan. Hal ini disebabkan endapan lumpur di Kelurahan Siring telah melewati tanggul, sehingga mengancam rel kereta api dan jalan raya.

Bencana serupa juga menghantui wilayah lain. Tanggul di Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, dilaporkan mengalami kondisi kritis yang sama. Di beberapa titik, rembesan air lumpur bahkan sudah mulai terlihat keluar. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan warga.
 


Menanggapi situasi darurat ini, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdillah Nasih, mendesak PPLS untuk segera mengambil tindakan cepat dan konkret. Ia meminta PPLS memaksimalkan pembuangan air lumpur ke Sungai Porong, karena belakangan ini diketahui alirannya sempat tersendat.

Warga setempat masih trauma dengan insiden tanggul jebol yang terjadi pada tahun 2014 silam. Saat ini, terdapat lebih dari 500 kepala keluarga (KK) di Gempolsari yang tinggal berbatasan langsung dengan tanggul penahan tersebut.


Sejumlah warga korban lumpur Lapindo datang ke tanggul untuk memanjatkan doa dan tabur bunga. MI


Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, mengakui bahwa kondisi tanggul penahan lumpur saat ini kritis. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut masih tergolong aman dengan catatan tidak terjadi hujan deras.

"Kami sudah melakukan monitoring dan pemantauan di lokasi. Sesuai yang kami lihat, karena saat ini sedang musim kemarau, jadi masih dalam kategori aman," ujarnya, Senin, 15 Juni 2026.

(Whisnu M)