Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat tiba di Ankara, Turki, Selasa, 7 Juli 2026. (Anadolu Agency)
Zelensky Desak NATO Terima Ukraina, Sebut Pengalaman Perang Jadi Kekuatan Aliansi
Muhammad Reyhansyah • 8 July 2026 10:45
Ankara: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali mendesak Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk menerima negaranya sebagai anggota.
Menurut Zelensky, pengalaman Ukraina menghadapi invasi Rusia selama bertahun-tahun telah membangun kemampuan militer yang akan memperkuat NATO.
Berbicara dalam forum industri pertahanan NATO di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki, Selasa, 7 Juli 2026, Zelensky mempertanyakan alasan Ukraina masih berada di luar aliansi militer Barat.
"Apakah benar sebuah negara dan rakyat dengan kemampuan pertahanan seperti ini harus tetap berada di luar NATO?" kata Zelensky, dikutip dari The Guardian, Rabu, 8 Juli 2026.
Ia menilai kemampuan tempur yang dimiliki Ukraina saat ini sudah layak menjadi bagian dari sistem pertahanan kolektif NATO.
"Jika kami sudah memiliki kemampuan ini, jika rakyat Ukraina sudah tahu bagaimana berperang seperti sekarang, maka kemampuan tersebut seharusnya menjadi bagian dari pertahanan kolektif aliansi yang akan membuat kita semua lebih kuat," ujarnya.
Zelensky mengatakan Ukraina kini telah mampu memproduksi hampir seluruh kebutuhan persenjataannya sendiri. Namun, ia menyebut Eropa masih perlu mengembangkan sistem pertahanan rudal balistik sebagai alternatif bagi sistem Patriot buatan Amerika Serikat yang jumlahnya semakin terbatas.
Menurut Zelensky, teknologi rudal dan drone jarak jauh yang dikembangkan Ukraina telah mengubah pola peperangan. Ia mencontohkan serangan drone Ukraina terhadap kilang minyak di Omsk, Siberia, yang menunjukkan Rusia tidak lagi memiliki wilayah yang benar-benar aman dari serangan.
Meski demikian, peluang Ukraina bergabung dengan NATO masih menghadapi hambatan. Sejumlah negara anggota, termasuk Amerika Serikat, belum mendukung keanggotaan Ukraina selama negara itu masih berperang dengan Rusia yang merupakan negara bersenjata nuklir.
Di sela-sela KTT NATO, Zelensky dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam para pemimpin negara anggota sebelum bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas perkembangan perang dan upaya penyelesaian konflik Ukraina-Rusia.
Baca juga: Korea Selatan Serukan Percepatan Kerja Sama Industri Pertahanan dengan NATO