Netanyahu Terus Menghasut Trump untuk Tidak Lakukan Gencatan Senjata

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Anadolu

Netanyahu Terus Menghasut Trump untuk Tidak Lakukan Gencatan Senjata

Fajar Nugraha • 7 April 2026 17:22

Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk tidak mengejar gencatan senjata dengan Iran pada tahap ini.

“Selama panggilan telepon pada Minggu 5 April, Netanyahu menyatakan keberatan tentang kemungkinan gencatan senjata dengan Iran, memperingatkan bahwa hal itu dapat membawa risiko strategis,” kata seorang pejabat Israel kepada Axios, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa 7 April 2026.


Namun, Trump mengatakan kepada Netanyahu bahwa gencatan senjata dengan Iran dapat dicapai jika Teheran menyetujui tuntutan AS. Trump menegaskan kembali bahwa persyaratan Washington termasuk Iran menyerahkan semua uranium yang diperkaya dan berkomitmen untuk tidak melanjutkan pengayaan uranium, kata pejabat itu.

Sementara itu, Netanyahu mengatakan pada Senin melalui X bahwa ia telah berbicara dengan Trump pada Minggu dan memujinya atas apa yang ia gambarkan sebagai "operasi penyelamatan heroik" terhadap seorang anggota awak pesawat AS, sementara Trump menyatakan apresiasi atas bantuan Israel.

Perdana Menteri Israel itu menambahkan bahwa Trump memuji Israel sebagai "sekutu yang teguh, bertekad, dan kuat" dan mengatakan kedua negara "terus menghancurkan rezim teror Iran."

Pernyataan tersebut muncul di tengah ketegangan yang sedang berlangsung antara AS, Israel, dan Iran, dengan upaya diplomatik dan perkembangan militer yang terus membentuk jalannya konflik.

Serangan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.340 orang sejauh ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei. Teheran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)